Pemkab Batang Diminta Dampingi Korban Pedofilia
**Terkait Kasus Pedofil dengan Banyak Korban
BATANG - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Batang mengecam tindak kekerasan seksual pada anak di bawah umur yang terjadi di wilayahnya. Wakil Ketua DPRD Kabupaten Batang, Nur Faizin mengaku kaget dengan kasus dugaan pedofilia di hutan jati Desa Pretek, Kecamatan Bandar, Senin (8/11/2021 ).
"Saya harap pelaku diproses dengan Undang-undang tentang perlindungan anak. Semoga segera tertangani," ujar politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu, Selasa (9/11/2021).
Ia juga mendesak Pemerintah Kabupaten Batang turun tangan terkait kasus itu. Menurutnya, harus ada pendampingan terhadap para korban pedofilia itu.
Faizin, sapaan akrabnya, mengatakan bahwa Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) juga harus turun. Selain itu, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Batang juga harus bergerak.
Pihaknya mendesak ada pendampingan untuk para korban. Sehingga, para korban bisa melalui masa traumanya. "Yang saya heran kok bisa ya, terjadi di Batang, apalagi di daerah desa. Biasanya saya dengar berita seperti ini kejadiannya di kota Besar seperti Jakarta," tuturnya.
Sebelumnya, kasus dugaan pencabulan terhadap puluhan bocah laki-laki terjadi di Kecamatan Pecalungan, Kabupaten Batang. Aksi terduga pelaku, FWR (33) dipergoki warga di sebuah gubuk hutan jati, Desa Pretek, Kecamatan Pecalungan, Senin (8/11/2021).
Pelaku langsung digelandang warga bersama dua korbannya. Sejumlah warga yang emosi bahkan sempat melayangkan pukulan. Aksi interograsi warga itu menyebar di media sosial. Warga yang memergoki berinisal M. Saat terpergok, seorang anak sedang melepas celana.
Informasi yang dihimpun, menyebut FWR sudah berulang kali melakukan aksi bejatnya. Bahkan, berdasarkan pengakuan F, aksinya sudah dilakukan pada 33 bocah SMP. Dalam video yang beredar, FWR merinci jumlah korbannya yaitu Ketumbar 9, Pelso 2, Sidayu 8, Bandar 8, Toso 2, Dilmas 4. (fel)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:



