Penanganan Konflik Perlu Pendekatan Humanis
BATANG - Kondisi aman sejatinya tidak terjadi mengalir begitu saja, melainkan ada upaya berbagai pihak untuk membuat situasi menjadi aman sehingga tidak terjadi konflik.
Hal itu diungkapkan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Batang, Agung Wisnu Barata, saat menggelar Sosialisasi Penanganan Konflik Sosial, Rabu (9/3/2022).
Dijelaskanya, konflik agama bisa muncul akibat adanya perbedaan, maka dari itu perbedaan haruslah bisa menjadi berkah. "Kebenaran juga memiliki banyak perspektif, namun sebagai warga negara hukum kita harus berpegang teguh dengan kebenaran berdasarkan aturan hukum," ungkap Agung.
Ia pun menyebutkan, beberapa sumber konflik di antaranya masalah politik, ekonomi, sosial dan budaya, suku ras dan agama. Lalu, ada juga karena sengketa batas wilayah, sengketa sumber daya alam dan distribusi sumber daya alam yang tidak seimbang.
"Penanganan konflik harus dilakukan secara sistematis dan terencana dalam situasi dan peristiwa, baik sebelum, pada saat, maupun sesudah terjadinya konflik," tegasnya.
Agung Wisnu juga menyampaikan, konflik tidak akan terjadi apabila manusia bisa memanusiakan manusia. "Memanusiakan manusia dimungkinan akan menimbulkan rasa damai dan tidak akan menimbulkan konflik," ungkap Agung.
Ia pun berharap dalam menyelesaikan konflik di tengah masyarakat sebisa mungkin menggunakan jalur harmonis, jangan sampai menggunakan jalur kekerasan.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (Diapermades) Batang itu juga menghadirkan dua narasumber dari Kepala Satuan Intelkam Polres Batang, AKP Kurnia Taufik dan Pasi Intel Kodim 0736 Batang, Kapten Inf Noor Rofiq. (fel)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
