banner honda Juli 2026

Stok Darah Di PMI Menipis

Stok Darah Di PMI Menipis

KAJEN - Stok darah di Unit Donor Darah (UDD) PMI Kabupaten Pekalongan menipis. Masyarakat diimbau untuk mendonorkan darahnya, agar stok darah ke depan bisa terus aman. Kepala UDD PMI Kabupaten Pekalongan, Suryadi, dikonfirmasi, Senin (27/12/2021) sore, mengakui stok darah di UDD PMI Kabupaten Pekalongan kian menipis.

"Yang agak turun itu (darah) golongan B," terang dia.

Disebutkan, stok darah minim karena ada peningkatan permintaan darah. Pendonor juga turun karena saat ini musim hujan, institusi sekolah libur, dan banyak warga mengikuti vaksin dosis 2. Sehingga warga yang akan mendonorkan darahnya, waktunya mundur.

"Jadi kan mundur. Yang seharusnya bisa donor mundur karena banyak yang ikut vaksin dosis 2," ungkap dia.

Agar stok darah tetap aman, pihaknya tetap mengagendakan mobile unit keliling ke tempat-tempat yang sudah terjadwal. Selanjutnya, WA dan IG diaktifkan terus agar pendonor yang sudah saatnya mendonor untuk mendonorkan darahnya di UDD.

Ditanya apakah kenaikan permintaan darah itu karena adanya lonjakan penyakit tertentu seperti demam berdarah, ia mengatakan, penyakit DB belum ada kenaikan yang signifikan. Disebutkan, kenaikan permintaan darah itu kemungkinan karena tindakan operasi mulai berjalan normal.

"Ini kan Covid sudah mulai landai. Jadi dokter yang mau mengoperasi yang sifatnya non emergensi sudah mulai berani. Jadi saat Covid melonjak, dokter menunda operasi yang non emergensi. Ini sudah landai, dokter sudah berani untuk operasi non emergensi, dan itu butuh darah," kata dia.

Faktor selanjutnya, persalinan juga banyak. Sehingga kebutuhan darah untuk persalinan tidak ada penundaan.

Berdasarkan data di IG UDD PMI Kabupaten Pekalongan, stok darah per tanggal 26 Desember 2021, hingga pukul 08.00 WIB, stok darah A ada 42, stok darah B ada 39, stok darah O ada 49, dan stok darah AB ada 19. (had)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: