Percepatan Vaksinasi, Desa Diminta Punya Data Manual Warga Sasaran Vaksin
BATANG - Untuk mempercepat vaksinasi, setiap desa diminta memiliki data riil atau manual warga yang akan menjadi sasaran. Mengingat saat ini data yang ada masih secara global, belum mencakup warga yang tidak bisa Divaksinasi ataupun berada di luar daerah.
"Desa harus punya data riil warganya yang akan divaksinasi. Dengan begitu, akan jelas mana warga yang menjadi target vaksinasi dan warga mana saja yang tidak bisa Divaksinasi," ungkap Ketua Paguyuban Kepala Desa Kabupaten Batang atau Sang Pamomong, Rozikin saat memberi masukan pada Rakor Percepatan Vaksinasi di aula Kantor Bupati Batang, Senin (20/12/2021).
Rozikin mengungkapkan, bahwa selama ini target vaksinasi masih berdasarkan data jumlah penduduk yang sudah bisa divaksi. Namun tidak belum dilakukan pemilahan terkait data warga yang tidak bisa Divaksinasi akibat penyakit ataupun berada di luar daerah. Akibatnya, jumlah capaian vaksinasi akan tetap jauh dari target.
"Bagaimana capaian vaksin akan bertambah, jika data yang ada ditarget ternyata punya penyakit bawaan dan tidak bisa divaksin seumur hidupnya. Belum lagi warga yang berada di luar daerah. Jadi sudah seharusnya kades mempunyai data riil yang didapatkan dari hasil pendataan manual, sehingga akan jelas warga yang menjadi target," beber Rozikin yang juga Kepala Desa Cokro, Kecamatan Blado ini.
Disisi lain, Camat Batang, Luksono Pramudito mengusulkan adanya vaksinasi pada malam hari. Langkah tersebut diperlukan karena masih banyaknya warga yang tidak bisa mengikuti vaksinasi akibat bekerja.
"Kita sudah mencoba melakukan vaksinasi pada malam hari, dan ternyata sangat efektif. Mengingat saat ini banyak warga yang harus bekerja, sehingga tidak bisa mengikuti vaksinasi. Karena itulah, kita minta agar vaksinasi malam hari ini bisa lebih digencarkan," jelas Luksono Pramudito.
Hal senada juga diungkapkan Wakapolres Batang, Kompol Gali Atmajaya. Menurutnya jajajaran Polres Batang sudah melakukan vaksinasi malam hari di Desa Gerlang, dan hasilnya sangat efektif.
"Polres Batang sudah melakukan vaksinasi malam hari, dan ternyata animo masyarakat cukup tinggi. Karena itulah, menurut kami untuk kegiatan vaksinasi malam hari ini bisa lebih diintensifkan," beber Wakapolres.
Bupati Batang Wihaji mengatakan bahwa dari hasil Rakor diambil kesimpulan bahwa untuk percepatan vaksinasi, Pemda harus memperbaiki data baik yang false ataupun warga Batang yang sudah vaksin di luar daerah.
Selain itu, juga harus data riil atau manual terkait warga yang menjadi sasaran vaksinasi. Dengan begitu akan bisa diketahui jumlah sebenarnya warga yang menjadi target vaksinasi, karena sudah dikurangi dengan data warga yang mempunyai penyakit ataupun berada di luar daerah.
"Dinas Kesehatan juga diminta untuk mempersiapkan vaksinasi malam hari, karena itu dinilai cukup efektif. Pihak desa juga harus melakukan koordinasi dengan pengurus RT (Rukun Tetangga) terkait data warga dan juga penyelenggaraan vaksinasi," tandas Wihaji. (don)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
