Peternak Diminta Optimalkan Penjualan Online
BATANG - Dinas Kelautan, Perikanan dan Peternakan (Dislutkanak) Kabupaten Batang mengimbau agar penjualan hewan ternak dapat memanfaatkan kemajuan teknologi, atau melalui daring. Hal ini sebagai upaya menekan penyebaran Covid-19 terlebih di masa pemberlakuan PPKM Darurat.
Hal ini seperti disampaikan Kabid Peternakan Dislutkanak, Endang Ulfiati didampingi Kasi Kesehatan Hewan Ternak, Saiful Husna, saat diwawancarai di sela-sela pengecekan kesehatan hewan kurban, Kamis (15/7/2021).
"Kami juga mengimbau peternak untuk memanfaatkan teknologi sebagai sarana penjualan ternak secara daring. Hal ini juga sesuai dengan surat edaran Sekda Batang, yang meminta masyarakat bisa mendukung kebijakan PPKM Daruraat dan juga pencegahan penularan Penyakit Hewan Menular Strategis (PHMS) dan Zoonosis. Untuk itu perlu ada pemeriksaan dokumen hewan dan pengawasan kesehatan hewan di tempat penampungan dan penjualan hewan kurban," jelasnya.
Lebih lanjut, pihaknya juga menyosialisasikan pelarangan pemotongan ternak ruminansia (sapi, kerbau, dan kambing) betina produktif dengan mengacu pada Pasal 18 UU Nomor 41 Tahun 2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan serta ancaman sanksi administratif dan atau sanksi pidana.
Dislutkanak meminta peternak mematuhi protokol penjualan hewan kurban. Seperti tempat penjualan telah mendapatkan izin dari kelurahan/desa setempat, penjualan hewan kurban dioptimalkan secara online atau dikoordinir oleh panitia (Dewan Kemakmuran Masjid, Badan Amil Zakat Nasional, Lembaga Amil Zakat Nasional atau Organisasi/lembaga amil zakat lainnya). Penjual juga dalam keadaan sehat, penjual dan pekerja yang berasal dari luar daerah harus memiliki surat keterangan sehat dari rumah sakit atau puskesmas.
"Tempat penjualan dibuat alur pergerakan searah (tempat masuk dan keluar berbeda), layout lapak memperhatikan jarak antar orang dalam lokasi minimal 1 meter. Selain itu, penjual wajib menyediakan fasilitas hand sanitizer dengan kandungan alkohol minimal 70% dan atau tempat cuci tangan dengan air mengalir serta sabun yang mudah diakses," imbuhnya.
Salah satu peternak, Sutopo mengaku pihaknya sudah berupaya melaksanakan penjualan secara online. Namun untuk mengecek kelaikan hewan kurban terpaksa dilakukan secaraa onffline.
"Untuk lebih yakin biasanya pembeli langsung ke kandang untuk melihat kelaikan hewan kurban. Hanya saja memang untuk promosi kita manfaatkan Facebook dan jaringan dengan pihak panitia kurban di beberapa lokasi," ujar pemilik Lembu Farm Jaya ini. (nov)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
