banner honda Juli 2026

Kontraktor Lambat, Siswa Kena Dampaknya

Kontraktor Lambat, Siswa Kena Dampaknya

**Terpaksa Belajar Lesehan di Madin

BATANG - Molornya penyelesaian proyek rehab SDN Wonosegoro 02 Bandar dari waktu kontrak yang ditentukan di awal membuat siswa harus menanggung dampak lebih panjang. Hal ini lantaran peserta didik terpaksa harus menanggung lebih lama proses pembelajaran yang sudah lima bulan ini direlokasi di gedung madrasah diniyah (madin) setempat.

Seperti biasanya, Sabtu (15/1/2022) pagi kemarin Marvel Raihan Saputra, siswa kelas 5 SDN Wonosegoro 02 Bandar pergi ke sekolah. Meski begitu, beberapa bulan terakhir ia berangkat diantar orang tuannya. Pasalnya kini jarak rumah ke tempat belajarnya semakin jauh.

Hal ini lantaran sekolahnya sedang direnovasi besar-besaran. Sehingga pembelajaran dipindah ke Madrasah Diniah Miftahul Ulum yang jaraknya cukup jauh dari rumahnya.

Tak seperti di sekolahnya dahulu, di Madin ini Marvel dan kawan-kawannya terpaksa harus ngemper atau lesehan. Hal ini karena fasilitas yang dimiliki Madin tidak seperti yang ada di sekolahnya.

Dengan kondisi seperti ini, Marvel pun mengaku bosan jika terus menerus belajar di Madin. Ia berharap bisa segera pindah ke sekolahnya kembali.

"Di sini tidak ada taman bermain, tidak ada perpustakaan, duduknya juga lesehan jadi terkadang dingin. Ingin segera ke sekolah yang dulu, karena di sini sudah mulai bosan dan jenuh," tutur siswa kelas lima itu.

Naasnya, realisasi rehabilitasi sekolahnya pun kini dalam kondisi molor, progresnya jauh dari target kontrak. Bahkan rehab bangunan yang ditarget rampung Desember 2021 lalu pun baru dikerjakan 30 persennya saja. Kini bangunan SDN Wonosegoro 02 Bandar ini pun laiknya bangunan terlantar.

Dari tinjauan langsung Radar Pekalongan ke lapangan, kondisi SDN Wonosegoro 2 Bandar Batang cukup memprihatinkan. Seperti bangunan yang sudah lama ditinggalkan, rumput liar pun sudah mulai lebat. Seluruh gedung atapnya sudah dibongkar, kecuali bangunan perpustakaan.

Tidak ada aktivitas pertukangan di sana lantaran para pekerja proyek sudah pulang ke daerah asal mereka sejak akhir tahun. Di sana hanya terlihat bangunan terbuka, bekas-bekas pengerjaan proyek yang mengering, dan genting-genting di berbagai sudut sekolah.

Kepala SDN Wonosegoro 2, Dwi Suharto mengatakan, sudah sekitar empat bulan pembelajaran diungsikan di Madin lantaran sekolah masih dalam rehab. Namun, kontraktor yang mengerjakan tak kunjung selesai hingga sekarang terlihat dibiarkan saja.

"Memang yang diperbaiki hampir semua ruangan. Untuk sementara agar tidak tertinggal pembelajaran kami alihkan di Madin, kebetulan ada beberapa ruang kelas," tuturnya saat ditemui, Sabtu (15/1/2022).

Dikatakannya, dengan kondisi sarana dan prasarana yang tidak memadai dan sudah cukup lama, siswa mulai merasa jenuh dan bosan. Dia pun berharap proyek rehab segera bisa ditindaklanjuti oleh kontraktor dan siswa bisa kembali merasakan sekolah yang layak.

"Sarana prasarananya ya seadanya, tidak ada bangku, terpaksa lesehan, melihat anak-anak juga sudah mulai bosan, jenuh ya harapannya bisa segera selesai pembangunannya," imbuhnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: