banner honda Juli 2026

Laris Manis Usaha Kue Kering Eks Migran di Kedungmalang

Laris Manis Usaha Kue Kering Eks Migran di Kedungmalang

*Produksi 50 Toples/Hari, Pesanan Sampai Hongkong

BATANG - Jelang lebaran, usaha kue kering milik eks pekerja migran di Desa Kedungmalang, Kecamatan Wonotunggal, Batang, laris manis diburu pembeli. Tak hanya dari dalam negeri, mereka bahkan mendapat order sampai Hongkong.

Karena banyaknya pesanan, kelompok yang tergabung dalam usaha Toko Bahasa ini pun bisa memproduksi 30-50 toples per hari.

"Kalau hari biasa paling orderan hanya masuk 30an toples, ini bisa sampai 300an lebih. Jadi kami target sehari bisa membuat minimal 30 toples bahkan kemarin karena kejar pesanan bisa sampai 50 toples," tutur salah satu tenaga kerja migran, Siru Ruceh, saat ditemui di rumah produksi baru-baru ini.

Siru menjelaskan, meningkatnya pesanan kue kering lantaran pesanan tak hanya datang dari warga setempat. Namun pesanan dari berbagai instansi perkantoran juga pesanan online di luar Jawa dan Luar Negeri.

"Alhamdulillah, karena ada beberapa teman di Hongkong, Malaysia Singapura mereka juga pesan, kemarin baru kami kirim, kalau di luar jawa dikirim ke Riau dan Aceh," jarnya.

Kue kering yang dibuat ada berbagai jenis, di antaranya nastar, kue sagu keju, kue kacang, kastangle yang dihargai dengan kisaran Rp 25 ribu hingga Rp 49 ribu bergantung jenis dan ukurannya.

Selain kue lebaran, Usaha Kelompok Tenaga Kerja Mandiri (TKM) Toko Bahasa Mandiri juga memproduksi beberapa produk seperti pisang kress, kripik, brownies.

Aneka kue basah dan kering, olahan ketela, dan juga wader crispy, sedangkan untuk produk fashion ada tas piring atau tas sulaman dengan mendapatkan pendampingan dari Disnaker Batang.

Pendamping Kewirausahaan Disnaker Batang, Tatik Setianingsih menjelaskan, di Desa Kedungmalang Wonotunggal ini ada sekitar 13 orang eks pekerja migran yang mengikuti program pendampingan dari Disnaker.

Melalui program pendampingan dari Disnakertrans Batang mereka dibekali keterampilan berwirausaha di bidang aneka usaha kuliner dan fashion yang sudah berjalan selama tiga tahun.

"Selain itu mereka juga diajari bagaimana cara memanage usaha, mempromosikan produk dan alhamdulillah mereka dari awal cukup antusias," pungkasnya. (nov)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: