banner honda Juli 2026

Imbas PPKM, PAD Parkir Masih 85 Persen

Imbas PPKM, PAD Parkir Masih 85 Persen

BATANG - Adanya penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) turut mempengaruhi Pendapatan Asli Daerah (PAD) retribusi parkir di Batang. Dinas Perhubungan (Dishub) Batang mencatat, hingga saat ini baru sekitar 85 persen target PAD parkir yang terealisasi. Meski begitu Dishub Batang optimis bisa memenuhi target PAD parkir sejumlah Rp850 Juta akhir tahun ini.

"Situasi pandemi banyak titik potensi yang tidak berpotensi, contohnya seperti HKR. Apalagi dengan adanya PPKM, aktivitas ekonomi menurun dan akhirnya turut berdampak. Target kami awalnya Rp1,35 Milyar. Tetapi akhirnya target diturunkan menjadi Rp850 Juta. Dan sampai November ini sudah terealisasi 85 persen. Target kami tidak muluk-muluk, yang penting akhir tahun target bisa terealisasi," ujar Kepala Dishub Batang, Murdinono melalui Kabid Lalu Lintas, Gandi saat diwawancarai, Minggu (28/11/2021).

Menurutnya, dibandingkan dengan tahun 2020 potensi PAD parkir secara logika lebih menurun. Hal ini lantaran jangka waktu pemberlakuan PPKM yang panjang di tahun 2021. Hal ini juga disebabkan banyaknya titik potensi parkir yang tidak beroperasi selama pandemi.

"Untuk tarif parkir masih tetap sesuai dengan Perbup Nomor 63 tahun 2017, dimana untuk kendaraan roda dua Rp1.000 dan kendaraan roda empat Rp2.000. Selain itu saat pandemi banyak titik parkir yang tidak beroperasi, awalnya ada 238 titik parkir seluruh Batang. Tetapi ketika pandemi menyusut kurang lebih sekitar 213-an titik," imbuhnya.

Pihaknya juga menjelaskan, ke depannya ada pengurangan titik-titik parkir lantaran perpindahan status lahan parkir, untuk tahun 2022 nanti. Dimana di beberapa titik nantinya akan berstatus parkir khusus sehingga nantinya retribusi parkir tidak akan masuk ke ranah Dishub Batang tetapi ke DPPKAD Batang. Seperti parkir di HKR, parkir MPP, Pujasera Kalisari Batang dan lainnya.

Salah satu petugas parkir Alun-alun Batang, Jery mengaku adanya pengurangan pendapatan selama pandemi Covid-19. Hal ini lantaran minimnya kegiatan di alun-alun Batang. Sehingga pendapatan yang ia dapatkan juga berkurang 50 persen lebih.

"Wah sejak covid turun mbak. Karena banyak libur, di tutup juga jualan di Alun-alun Karena ada PPKM. Jadi yang masuk juga memang tidak sebanyak biasanya. Dibandingkan sebelum PPKM turun drastis hampir separuhnya lebih," tandasnya. (nov)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: