Masa PPKM Darurat, Tolong Jangan Panik
BATANG - Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Jawa-Bali di Kabupaten Batang sukses membuat mobilitas masyarakat selama dua hari terakhir sedikit lebih lengang. Namun demikian, kalangan DPRD Kabupaten Batang meminta masyarakat tetap tenang dan tidak terjebak dalam kepanikan yang bisa merugikan diri dan orang lain.
Ketua Komisi D DPRD Batang, H Tofani Dwi Arieyanto, mengimbau masyarakat untuk tidak terjebak dalam kepanikan yang berlebihan, khususnya dalam membeli produk-produk tertentu yang terkait dengan pencegahan dan penanganan Covid-19.
"Jangan sampai membeli secara berlebihan produk-produk seperti masker, minuman suplemen vitamin C dan D, sampai produk seperti susu beruang. Jangan punic buying lah, kasian warga lainnya yang mungkin butuh harus kesulitan mencari," ungkapnya saat dihubungi via ponsel, Minggu (4/7/2021) sore.
Menurut Ari, demikian sapaan karibnya, fenomena panic buying sudah menggejala sejak beberapa pekan terakhir saat kasus Covid-19 mengalami lonjakan signifikan. Beberapa produk minuman suplemen dan lainnya mulai kesulitan dicari.
"Ya karena banyak orang latah membeli minuman suplemen ini dan itu, yang secara medis sebetulnya belum terbukti berkontribusi bagi penyembuhan Covid-19 misalnya. Dan ternyata ini terjadi secara nasional, tiba-tiba semua orang memburu produk seperti susu beruang hingga vitamin C-1000," jelas politisi perjuangan itu.
Dikatakan Ari, ekspresi panik justru kurang baik bagi kesehatan jiwa. Untuk itu, masyarakat diimbau untuk menyikapi PPKM Darurat ini secara rasional dan proporsional. "Antisipasi dan waspada tentu saja penting, tetapi panik itu bisa kontraproduktif. Dari pengalaman beberapa penyintas Covid-19, ternyata sikap panik itu menghambat proses pemulihan, bisa membuat imun tubuh menurun. Jadi mari sikapi lonjakan Covid-19 ini secara baik dan benar," ujarnya. (sef)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
