Temuan Diabetes di Batang Tembus 7.220 Kasus
BATANG - Dinkes Batang mencatat hingga September tahun ini sudah ada 7.220 kasus diabetes di wilayahnya. Jumlah ini setara dengan 71,2 persen dari prediksi risiko diabetes di Kabupaten Batang tahun 2022.
Data tersebut disampaikan Sekretaris Dinkes Batang, dr Ida Susilaksmi usai kegiatan sosialisasi pencegahan diabetes kepada Kader Posbindu, Kamis (6/10/2022), di Aula Sekretariat DPD PPNI Kab Batang. Ida menyebut jika penemuan kasus diabetes ini sudah mencapai 71,2 persen, dari angka prediksi kasus tahun ini.
"Hingga akhir September ini sudah ada sekitar 7.220 kasus diabetes di Batang. Angka kasusnya termasuk tinggi. Karena dari prediksi risiko kasusnya tahun 2022 ini ada sekitar 10.134 kasus. Dan dari prediksi tersebut, sudah ditemukan sekitar 71,2 persennya," ujar Ida didampingi Kasi Penyakit Tidak Menular dan Kesehatan Jiwa, Moh Fajeri.
Oleh karenanya, Ida berharap kader Posbindu dari Kecamatan Gringsing, Banyuputih, Tulis, dan Bandar dapat membantu pencegahan diabetes. Pasalnya mereka menjadi agen kesehatan, yang sering bertemu langsung dengan masyarakat.
"Kami bekali mereka terkait pencegahan diabetes. Karena mereka menjadi salah satu ujung tombak Dinkes dalam mengedukasi masyarakat terkait penyakit ini," imbuhnya.
Ida berharap, masyarakat bisa mengatur pola makan dan gaya hidup. Salah satunya dengan menjaga asupan kadar gula, sehingga dapat mengurangi resiko diabetes.
"Masyarakat diharapkan selalu menerapkan germas dan menerapkan langkah-langkah pencegahan diabetes. Seperti melakukan pengecekan kadar gula darah secara teratur, mengkonsumsi makanan sehat dan jaga pola makan yang baik. Kemudian jangan mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung gula, lemak/minyak dan garam secara berlebihan. Dan yang terakhir menjaga berat badan ideal serta berolahraga raga secara teratur," ajaknya.
Dalam kesempatan itu pula, para kader diberi pelatihan tentang Aplikasi Sehat Indonesiaku (ASIK). Aplikasi ini diluncurkan Kemenkes RI melalui Digital Transformation Office. ASIK diharapkan dapat memudahkan pencatatan hasil deteksi dini pada menyakit tidak menular, termasuk Diabetes Melitus.
"Pelatihan ini menunjukkan keseriusan Dinkes dalam meningkatkan kualitas usaha kesehatan bersama masyarakat (UKBM) yaitu dengan membekali para kader cara Input pada aplikasi ASIK. Dan alhamdulillah para kader sangat antusias mengikuti kegiatan ini," pungkasnya. (nov)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
