banner honda Juli 2026

10 Desa Masih Susah Sinyal

10 Desa Masih Susah Sinyal

*Diskominfo Segera Entaskan Lima Desa

BATANG - Di tengah perubahan menuju era digital, pemerataan akses internet menjadi salah satu pekerjaan rumah pemerintah daerah. Sampai saat ini, di Kabupaten Batang sendiri tercatat ada 10 desa yang masih kesulitan akses internet karena kendala jaringan alias susah sinyal.

Untuk itu, dalam upaya melaksanakan program prioritas smart village, Pemkab Batang juga terus bekerja keras untuk mengentaskan desa-desa yang masih kesulitan sinyal internet.

"Ya di era saat ini, internet menjadi keniscayaan untuk mendukung berbagai aktivitas masyarakat. Maka tugas pemerintah, termasuk Pemkab Batang adalah memastikan masyarakatnya bisa terlayani akses internet dengan baik. Ini yang terus kita lakukan secara bertahap," kata Kepala Diskominfo Batang, Triossy Juniarto, Kamis (6/1/2022).

Dalam hal ini, kata Triossy, Pemkab berupaya mengentaskan wilayah yang masih kesulitan akses internet ataupun susah sinyal. "Kita sedang upayakan dengan teman - teman vendor bagaimana memastikan desa - desa yang belum tarakses internet segara mungkin bisa menikmati akses internet,"

Dijelaskan, secara teknis akses internet bisa berupa kabel fiber optic (FO) maupun dalam bentuk sinyal seluler yang lebih kuat, sehingga dapat memudahkan masyarakat dalam menangkap sinyal internet. "Hingga saat ini capaian kita sudah lumayan bagus, banyak desa yang sudah terlayani internet," ungkap Triossy.

Ia pun menyebutkan masih ada sekitar sepuluh desa yang benar-benar masih kesulitan akses internet. Namun dalam waktu dekat ada lima desa segara terentaskan dari kesulitan akses internet.

"Lima desa yang kita entaskan dari kesulitan akses internet, yakni desa Plosowangi, Margosono, Wanar, dan Sidalang serta desa di Kecamatan Tersono bagian timur. Mereka akan bisa menikmati internet melalui jaringan kabel FO," katanya

Triossy turut mencotohkan Desa Pranten yang berada di pegunungan Prahu Dieng yang masuk kecamatan Bawang yang masih susah sinyal, saat ini kondisinya sudah kuat.

"Desa Pranten walupun sinyal sudah ada tapi kebutuhan jaringan kabel internet masih dibutuhkan untuk stabilitas internet. Khususnya untuk kegiatan di pusat pemerintahan desa," tukasnya. (nov/fel)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: