Terbakar Api Cemburu Pada Istri, Bapak Tega Bacok Anak Kandungnya
BATANG - Slash Raihan Syah (13) warga Desa Sariglagah, Kecamatan Warungasem, kini harus mendapat perawatan intensif di RSUD Kalisari Batang. Siswa SMP itu menjadi korban pembacokan yang dilakukan oleh bapak kandungnya sendiri, Sutrimo.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, aksi pembacokan yang terjadi Rabu (29/12/2021) sekira pukul 13.30 wib itu sendiri dipicu oleh persoalan rumah tangga antara Sutrimo dan istrinya, Siam (39). Sang suami, cemburu kepada istrinya hingga akhirnya gelap mata dengan menjadikan anaknya sasaran kemarahan.
Masalah keluarga itu memang sudah terjadi bertahun-tahun, dan kedua pasangan itu sering cekcok. Bahkan si istri sudah berulang kali pulang ke rumah orang tuanya yang masih satu desa.
"Suaminya cemburu karena istrinya diajak bos tempatnya bekerja di Semarang jalan-jalan, mungkin karena sedang liburan," ungkap saksi mata, Slamet (55) saat ditemui awak media di Desa Sariglagah, Kamis (30/12/2021).
Menurut saksi, saat kejadian dirinya sedang bekerja di depan rumah pelaku yang sedang ada pembangunan musala. Sedangkan rumahnya ada pengajian.
"Waktu kejadian, warga sedang berkumpul karena didepan rumahnya lagi ada renovasi musala, dan sebelah rumahnya ada pengajian. Kalau tidak banyak warga, mungkin anak tersebut bisa meninggal," jelas Slamet.
Melihat kejadian itu, oleh warga pelaku dibekap dari belakang, parangnya di rampas. Kemudian tangannya diikat tali.
Usai pembacokan suasana terlihat mencekam dan hujan pun turus dengan derasnya. Korban lalu dilarikan ke RSUD Kalisari Batang oleh warga. Adapun pelaku di bawa ke ruma sakit Djuned Pekalongan.
Menurut Slamet, sebelum membacok anaknya, pelaku sempat mengamuk dan berteriak-teriak di depan rumah pada pekerja musala. Dia kemudian masuk ke dalam rumah dan membakar dapur rumahnya, pelaku juga melarang orang masuk ke rumah untuk memadamkan api. Namun melihat api sudah mulai membesar, wargapun langsung berdatangan untuk memadamkan dengan alat seadanya.
Sebelum itu, pelaku juga membawa parang untuk membacok kubah mushola. Kubah itu tergeletak di lantai depan rumahnya. Selain itu, pelaku juga merubuhkan pegangan jembatan kecil di depan rumah dengan parang.
"Anaknya itu mungkin sedang mengingatkan orang tuanya. Pak sabar pak. Korban malah disuruh sujud dihadapannya. Pelaku teriak sujud, sujud. Langsung dibacok pipinya. Kalau tajam sudah mati itu," beber Slamet.
Akibat pembacokan itu, Slash Raihan Syah mengalamk luka di pipi, punggung, kepala, pelipis kiri, punggung dan lengan.
Danramil Warungasem, Letda Inf Kris Dwi mengatakan, korban maupun pelaku masih di rawat di rumah sakit. Sedangkan kasus itu sendiri masih didalami oleh pihak kepolisian Polsek Warungasem. (don)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
