18 Hari, Capaian Vaksinasi Ditarget 70%
BATANG - Pemerintah Kabupaten Batang kembali berpacu waktu guna mengakselerasi capaian vaksinasi di wilayahnya yang diketahui belum cukup tinggi. Karena itu, Bupati Batang, Wihaji, kembali memasang target tinggi untuk mempercepat realisasi vaksinasi bagi masyarakatnya, yakni menembus angka 70% dalam tempo 18 hari ke depan.
Untuk diketahui, sesuai data Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat, capaian vaksinasi dosis pertama di Kabupaten Batang baru mencapai 52,06%. Angka itu setara dengan 323.813 orang dari sasaran vaksinasi keseluruhan sebesar 622 ribu orang.
Bupati Wihaji kembali menargetkan capaian vaksinasi itu bisa meningkat hingga 70 persen dalam jangka waktu 18 hari ke depan. "Ya, capaian vaksinasi kita sudah 52 persen, artinya kalau untuk mencapai 70 persen, kita butuh 18 persen lagi. Oleh karena itu, saya minta Dinkes dan Kepala Puskesmas untuk menggenjot capaian itu," ujar Wihaji, saat menghadiri peringatan Hari Kesahatan Nasional (HKN) di halaman Dinkes Batang.
Menurut Bupati, jika capaian vaksinasi bisa tercapai 1 persen setiap harinya, maka dalam jangka waktu 18 hari ke depan target 70 persen itu optimis dapat tercapai.
"Harapan saya, satu hari 1 persen. Kalau satu hari bisa mencapai 1 persen, maka butuh 18 hari untuk bisa mencapai target 70 persen. Ya, per puskesmas ditargetkan setiap hari 300 orang dapat vaksin lah," terangnya.
Untuk mengejar target capaian vaksinasi 70 persen, Bupati perintahkan Dinas Kesehatan untuk mengejar persentase vaksinasi di tingkat desa, Pasalnya, ada beberapa desa yang masih dianggap minim capaiannya, karena di bawah 10 persen.
Desa yang masih tertinggal atau di bawah 10 persen dalam hal vaksinasi itu berada di Kecamatan Bawang, yakni Pranten dan Warungasem. "Beberapa desa yang capaiannya rendah itu misal penduduknya 700 tapi capaiannya 20 atau 30 jumlahnya tidak mencapai 5 desa. Saya minta camat dan kepala puskesmas bisa berkoordinasi dengan desa. Karena objek vaksin ada di desa-desa. Desa yang masih kecil persentasenya menjadi lokus percepatan vaksinasi," ujar Bupati.
Ia mengatakan, percepatan dilakukan dengan keroyokan, menerjunkan semua unsur yang dekat dengan masyarakat. Seperti Ketua RT, RW, Kepala Desa, camat, kepala Puskesmas, hingga TNI-Polri diterjunkan untuk mengajak masyarakat. Serta menyediakan sentra vaksinasi yang dekat dengan masyarakat.
Dia berharap dengan terus digenjotnya percepatan vaksinasi, target 70 persen bisa secepatnya tercapai.
Namun ada beberapa kendala harus cepat diselesaiakan seperti pemisahan data orang yang sudah vaksin dan orang yang belum vakisin. "Kabupaten lain bisa masa kita tidak bisa, kecuali kabupaten lain tidak bisa," tukasnya. (fel)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
