19 Bumil Ninggal Akibat Corona
*Perkuat Imun, Dinkes Prioritaskan Vaksinasi
BATANG - Data kasus kematian ibu hamil di Kabupaten Batang selama pandemi Covid-19 mengalami peningkatan signifikan. Sampai dengan 21 Desember tahun ini, tercatat sudah 33 ibu hamil yang meninggal.
Angka tersebut jauh lebih tinggi dibanding tahun 2020 yang mencatat total 14 kasus kematian ibu hamil. Sementara dari total 33 kasus kematian bumil tersebut, 19 di antaranya diketahui akibat Covid-19.
"Secara jumlah kasus meningkat karena banyak ibu hamil yang meninggal positif Covid-19. Meski begitu jika dihitung dari yang non Covid-19, kasus kematiannya masih sama sebanyak 14 kasus. Karena dari 33 kasus 19 di antaranya meninggal karena covid-19," ujar Kabid Kesehatan Keluarga, Bachtiar Mansyah melalui Kasi Kesehatan Keluarga dan Gizi, Khotiq Mulyaningrum, Selasa (21/12/2021).
Dijelaskan Khotiq, ibu hamil memang memiliki risiko tinggi (risti) terpapar Covid-19. Apalagi dengan kondisi mereka yang rentan virus lantaran menurunnya daya tahan tubuh. Oleh karena itu, pihaknya secara rutin mengedukasi ibu hamil untuk melaksanakan vaksinasi dari usia kehamilan 13 sampai 33 Minggu.
"Kami prioritaskan ibu hamil untuk mendapatkan vaksinasi. Sehingga diharapkan bisa mendukung mereka untuk lebih terlindungi dari paparan Covid-19," ujarnya.
Selain faktor Covid-19, kematian ibu juga disebut Khotiq karena masih banyaknya mitos di kalangan keluarga. Sehingga banyak ibu, Khususnya pasca melahirkan meninggal lantaran kekurangan asupan gizi dan terlalu kelelahan.
Untuk itu, Dinas Kesehatan terus berupaya mengedukasi ibu hamil dan keluarga mereka agar lebih memperhatikan asupan gizi. Apalagi untuk ibu pasca melahirkan yang membutuhkan pemulihan.
"Banyaknya mitos beredar masih menjadi halangan bagi para ibu. Karena meski mereka sudah teredukasi, kadang pekewuh dengan keluarga. Akibatnya, hampir 60 persen dari kasus kematian non Covid-19 terjadi di fase pasca melahirkan," pungkasnya. (nov)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
