Tiga Hari, Bocah 7 Tahun Belum Ditemukan
*Tenggelam di Sungai Kupang
BATANG - Tiga hari pasca dinyatakan hilang tenggelam terseret arus Sungai Kupang, yakni sejak Sabtu (7/5/2022) sore hingga Senin (9/5/2022) siang kemarin, nasib Saputra (7) belum juga ada titik terang. Padahal, ada lebih dari 100 personel tim gabungan yang diterjunkn untuk melakukan pencarian.
Dikonfirmasi via ponsel, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Batang, Ulul Azmi mengatakan, bahwa misi pencarian bocah asal Dukuh Mrico, Rt 09 Rw 03 Desa Pandansari, Kecamatan Warungasem itu masih terus dilakukan.
"Titik pencarian kami perluas, hingga kurang lebih 3 kilometer dari lokasi kejadian. Namun personil di lapangan belum juga menemukan titik terang," ungkap Ulul dihubungi Senin pagi kemarin.
Ia mengatakan, sebanyak 125 personel gabungan sudah diturunkan untuk melakukan pencarian, dengan diperbantukan perahu dan sejumlah peralatan yang cukup memadai.
"Ya, ada sekitar 125 personel yang ikut melakukan pencarian, mulai dari TNI, Polri, BPBD dan relawan. Mereka terbagi menjagi tiga regu/tim, untuk mempermudah proses pencarian," jelas Ulul.
Dikatakan Ulul, proses pencarian jasad korban akan terus dilakukan hingga tujuh hari pasca laporan diterima. Adapun, lanjut dia, kondisi arus Sungai Kupang yang deras dan keruh cukup mempersulit personel dalam melakukan pencarian.
"Kedalaman sungai di titik lokasi kejadian sebenarnya tidak begitu dalam, namun semakin ke utara semakin dalam. Mudah mudahan, jasad korban dapat segera ditemukan dan tidak sampai terbawa arus hingga ke hulu, yakni Kali Banger yang berjarak sekitar 7 kilometer dari titik lokasi kejadian," katanya.
Diberitakan sebelumnya, bocah malang ini hilang setelah sebelumnya diketahui bermain bersama temannya berinisial A (7) di bawah jembatan penghubung ke makam Kendil Wesi, Dukuh Mrico.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, sebelum diketahui hilang, Angga ditinggal temannya mencari udang di aliran sungai. Setelah A kembali untuk mengambil sandal berjarak sekira 20 meter dari tempat semula, ternyata Angga sudah tidak berada di tempat semula.
Mengetahui temannya tidak ada, A kemudian pulang ke rumah untuk mengabarkan ke orang tua Angga. Mendapat laporan tersebut, sekira pukul 14.30 WIB, Ibu korban, Ernawati (37) mencari anaknya ke sungai. Namun hanya ditemukan sepasang sandal jepit milik Angga.
Namun upaya tersebut tidak membuahkan hasil, kemudian Ernawati meminta bantuan warga sekitar untuk mencari anaknya dengan menyusuri aliran sungai.
Mendapat informasi adanya anak yang hilang di sungai, sekira pukul 17.30 WIB 10 personel dari komunitas pecinta alam Etom Desa Pandansari melakukan pencarian dengan menggunakan satu perahu karet.
Namun upaya pencarian dengan menyusuri aliran sungai hingga malam hari belum membuahkan hasil, dan keberadaan Angga belum ditemukan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
