iklan banner Honda atas

Tiga Warga Binaan Lapas Batang Jadi Pengibar Bendera Upacara Peringatan Pramuka

Tiga Warga Binaan Lapas Batang Jadi Pengibar Bendera Upacara Peringatan Pramuka

BATANG - Ada yang berbeda dari peringatan Upacara Hari Pramuka ke-61 Kwarran Batang, Senin Pagi (15/8/2022). Dari sekitar 750 anggota Pramuka Kwarran Batang, ada tiga sosok warga binaan lapas kelas II B, Rowobelang Batang Batang. Tak hanya sekadar ikut, ketiganya turut ambil bagian menjadi pengibar bendera merah putih.

Salah satu warga binaan, Andi Nur Hidayat (26) mengaku senang bisa memperoleh kesempatan ini. Diakuinya ia sempat gugup karena tampil di hadapan banyak orang. Meski begitu ia sudah cukup rutin menjadi pengibar bendera saat upacara tiap Senin di Lapas Batang.

"Kami senang bisa mendapatkan kesempatan ini. Kami juga bisa mendapatkan kesempatan untuk sejenak keluar dari lapas. Selain itu kami juga senang sudah bisa diterima dengan baik oleh masyarakat dan diizinkan menjadi petugas pengibar bendera," ujarnya.

Kepala Lapas Batang, Rindra Wardhana menjelaskan tak ada persiapan khusus. Pihaknya memang berkewajiban untuk melakukan pembinaan. Baik kepribadian dan kemandirian. Selain itu, ini juga menjadi bagian mereka untuk ikut berpartisipasi sebagai anggota gudep Kwarran Batang.

Menurutnya kegiatan Pramuka ini bisa membentuk kepribadian dan kemandirian warga binaan. Pihaknya juga mendukung warga binaannya agar bisa beradaptasi ketika keluar dari lapas.

"Dari Kakwarran kebetulan ada inisiatif. Selain itu gayung bersambut, kami juga rutin melaksanakan upacara bendera tiap Senin. Jadi kami mencoba bersinergi. Untuk kegiatan kepramukaan, kami sendiri sudah rutin berlatih sebulan sekali. Selain itu juga kami juga sudah memiliki dua personil yang sudah mendapatkan pelatihan," pungkasnya.

Kamabiran Kwarran Batang, Luksono Pramudito turut mengapresiasi hadirnya warga binaan dan Lapas Batang yang turut bergabung ke Kwarran Batang. Menurutnya, hal ini membuat upacara semakin menarik.

"Ternyata pengibar bendera tiga-tiganya warga binaan lapas. Ini dinamika kehidupan, ini berarti tidak semua warga binaan itu negatif. Mereka juga punya karakter yang dipupuk dari lapas," pungkasnya. (nov)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: