banner honda Juli 2026

4.526 KPM PKH Memilih untuk Tidak Menerima Bantuan Lagi

4.526 KPM PKH Memilih untuk Tidak Menerima Bantuan Lagi

BATANG - Sebanyak 4.526 kepala keluarga di Kabupaten Batang dinyatakan lulus Program Keluarga Harapan ( PKH) pada 2021. Mereka dengan dengan sukarela memilih untuk tidak menerima lagi bantuan dari pemerintah tersebut.

"Penerima manfaat yang dinyatakan lulus berarti mereka atas kesadaran sendiri sudah merasa mampu tanpa program PKH," ungkap Kepala Dinas Sosial Kabupaten Batang, Joko Tetuko usai rapat akhir tahun program PKH di Hotel Sendang Sari, Kamis (23/12).

Joko Tetuko menjelaskan, pada tahun 2020 di Kabupaten Batang jumlah penerima manfaat PKH ada sekitar 32 ribu KK. Jumlah tersebut mengalami penurunan pada 2021 yang jumlahnya menjadi 28.951 KK saja.

"Selain yang lulus, ada 5.232 KPM PKH yang tidak lagi menerima bantuan. Alasannya komponen penerimaan sudah habis atau kepesertaan sudah habis. Misalnya, anak sekolah sudah lulus, atau sudah menerima bantuan selama 10 tahun. Kemudian ada beberapa faktor komponen lainnya," jelas Joko Tetuko.

Joko berharap agar KPM PKH orangnya tidak itu-itu saja, tapi penerima bergantian ada yang masuk, ada yang keluar. Karena itulah, bagi yang merasa sudah mampu ataupun kondisi ekonominya sudah mampu, maka bisa mengajukan pengunduran diri dari program PKH.

"Bagi yang sudah mampu, maka seyogyanya mengundurkan diri, sehingga nantinya ada keluarga lain yang bisa mendapatkan bantuan tersebut," harap Joko Tetuko.

Ditambahkan, saat ini untuk seleksi penerima manfaat PKH lebih detil. Proses penentuan keluarga penerimaan manfaat langsung dilakukan pemerintah pusat. Pemkab hanya mengajukan data. Jadi, ia yakin bahwa program PKH tepat sasaran.

"Program tersebut bisa diajukan melalui pemerintah desa," tandasnya.

Sementara itu, Bupati Wihaji optimis PKH dapat mengentaskan kemiskinan di Kabupaten Batang.

"PKH punya manfaat besar, karena namanya program penerima manfaat. Bisa mengentaskan keluarga yang kurang mampu," jelas Wihaji usai rapat akhir tahun program PKH di Hotel Sendang Sari

Ia pun mengatakan, PKH sekarang syaratnya lebih rigid, ada yang keluar tapi ada keluarga baru yang masuk.

"Alhamdulilah hasil dari verifikasi dan validasi sekarang lebih bagus, sehingga manfaatnya lebih tepat sasaran," pungkas Bupati. (don)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: