8 Maret Sekolah Mulai Pembelajaran Tatap Muka
**Untuk SD-SMP, PAUD/TK Mulai 15 Maret
BATANG - Ada kabar gembira untuk siswa dan walimurid. Ya, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Batang memperbolehkan satuan pendidikan di tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) untuk menggelar pembelajaran tatap Muka (PTM) terhitung mulai 8 Maret 2021.
Hal itu diungkapkan Kepala Disdikbud Kabupaten Batang, Achmad Taufiq didampingi Sekretaris Disdikbud, Sabar Mulyono, saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (1/3/2021).
"Ya, untuk SD SMP akan mulai menggelar PTM pada 8 Maret. Sedang untuk TK, PAUD formal dan informal dimulai pada 15 Maret 2021," jelas Taufiq.
Taufiq menegaskan, bahwa pelaksanaan PTM tersebut hanya diperbolehkan bagi satuan pendidikan yang berada di wilayah zona hijau penyebaran virus korona.
"PTM ini berlaku bagi semua satuan pendidikan, mulai dari TK, PAUD, SD, dan SMP. Namun saya tegaskan, apabila satuan pendidikan itu masih berada di zona merah, maka kami tidak perbolehkan," terangnya.
Selain itu, bagi siswa/pelajar yang rumahnya masih masuk dalam kategori zona merah juga tidak diperkenankan untuk mengikuti PTM. "Sekolahnya sudah zona hijau, tapi muridnya berada di zona merah, otomatis tidak diperkenankan untuk mengikuti PTM dulu," katanya.
Dijelaskan Taufiq, pihaknya mengatur kuota dalam setiap ruang kelas yang akan melaksanakan PTM, untuk menghindari terjadinya kerumunan yang bisa menimbulkan persebaran COVID-19.
"Jika kuota setiap kelas biasanya diisi 28-30 orang, maka harus dibagi tiga, berarti dalam satu minggu masuknya dua kali. Di mana maksimal setiap kelas diisi oleh 14 murid. Seperti di daerah Gerlang sana, muridnya dalam satu kelas ada yang mencapai 30 orang," terangnya.
Selain mengatur kuota siswa, Disdikbud Batang juga mengatur mengenai pengurangan jam pelajaran. Jika sebelumnya dalam satu mata pelajaran 45 menit, kini menjadi 30 menit.
"Jam pelajaran kami kurangi, untuk SD setiap mapel menjadi 30 menit, dan untuk SMP menjadi 35 menit. Selain itu, untuk teknis mapel, khususnya olah raga, kami minta hanya pemberian teori saja. Artinya hanya di dalam kelas saja. Jadi tidak ada mapel yang kami hilangkan," bebernya.
Taufiq juga menekankan pada satuan pendidikan agar mempersiapkan protokol kesehatan secara maksimal dalam pelaksanaan PTM. "Sudah saya tekankan untuk menyiapkan termogan yang harus berfungsi, alat cuci tangan harus mengalir dan disediakan sabun, dan jaga jarak. Selain itu, harus memakai masker selama berada dalam kelas," katanya.
Murid juga harus bawa bekal sendiri dari rumah, tidak boleh jajan di lingkungan sekolah. "Jadi, untuk sementara kantin maupun koperasi di lingkungan sekolah tidak melayani murid terlebih dulu. Mereka kami minta untuk bawa bekal dari rumah. Sehingga saat jam istirahat kami minta murid tetap berada dalam kelas. Kemudian kami juga minta agar orang tua untuk antar jemput anaknya," imbaunya.
Tak ketinggalan, kata dia, pihak sekolah juga harus menyiapkan surat pernyataan orang tua. "Bagi orang tua yang tidak siap anaknya PTM, maka saya tegaskan dan mewajibkan pada satuan pendidikan untuk tetap memberikan pelayanan prima," tukasnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
