banner honda Juli 2026

ABPEDSI Diminta Tak Hanya jadi Penonton

ABPEDSI Diminta Tak Hanya jadi Penonton

*Trekait Transformasi Batang menjadi Daerah Industri

BATANG - Kabupaten Batang tengah bertransformasi menjadi daerah industri, seiring pembangunan Kawasan Industri Batang (KITB) dan kawasan industri lainnya. Untuk itu, semua elemen, termasuk jajaran Badan Permusyawaratan Desa (BPD), diminta tak hanya jadi penonton.

Tema itu dikupas renyah saat giat diskusi bertajuk "Meraih Peluang Batang sebagai Wilayah Industri", yang dibidani Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Seluruh Indonesia (ABPEDSI) Kabupaten Batang bersama Omah Tani dan komunitas Kampung Hijrah di pendopo Omah Tani, Senin (29/3/2021). Acara diikuti 40 an peserta.

"Harapannya, BPD jangan hanya dudu manis, jangan hanya jadi penonton, tapi ikut aktif mengawal bersama agar kemanfaatannya bisa dirasakan luas oleh masyarakat Batang," pesan Handoko selaku pendiri Omah Tani.

Sementara pegiat Kampung Hijrah, Gotama Bramantiyo, mengingatkan fenomena perubahan tatanan sosial yang berlangsung sangat cepat dan masif sebagai dampak perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. "Kalau kita ingin tetap survive dan mewarnai, ya harus mau berubah, beradaptasi, dan bergerak maju," terang Bram.

Mengamini dua tokoh tersebut, Ketua ABPEDSI Batang, Ir Agus Sumantoro didampingi Sekretaris ABPEDSI, Tazus Salimah, mengajak semua anggota BPD untuk bangun dari tidurnya dan mampu membaca setiap peluang demi membantu mensejahterakan masyarakat.

"Ingat, peran dan tugas BPD ini strategis, yakni menjadi mitra pemerintah desa untuk mendampingi semua penggunaan anggaran desa dalam kegiatan infrastruktur, pemberdayaan, dan lainnya," ungkapnya.

Diakui Agus, selama ini keberadaan BPD seperti mati suri, sekadar pelengkap tanpa tugas yang jelas. "Padahal, Batang sedang berubah dengan cepat menuju wilayah industri. Harapan ABPEDSI jelas, KIT Batang ini harus dirasakan berkahnya untuk daerah. Minimal PAD kita bisa meningkat pesat, sehingga pemanfaatannya bisa kembali ke masyarakat," jelasnya.

Bersama jajaran pengurus, lanjut Agus, ABPEDSI berikhtiar untuk memperkuat organisasi dan kiprahnya melalui terobosan-terobosan program dalam periode kepengurusannya, 2019-2026. "Nanti setelah lebaran kita gulirkan program perdana berupa penanaman mangrove. Selain sebagai kiprah yang manfaat, program ini juga penting untuk konsolidasi organisasi," pungkasnya. (sef)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: