iklan banner Honda atas

Ada yang Positif, Warga Duwet Jalani Rapid Test Masal

Ada yang Positif, Warga Duwet Jalani Rapid Test Masal

BOJONG - Sekitar 50 warga Desa Duwet, Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan, Rabu (30/9/2020) kemarin menjalani rapid test massal di balai desa setempat. Hal itu dilakukan dalam rangka tracking Covid-19 yang dilakukan langsung pihak Puskesmas Bojong, menyusul ada warga yang terkonfirmasi positif.

Mastur, petugas Surveilan Puskesmas Bojong ketika ditemui di lokasi rapid massal mengungkapkan, rapid ini merupakan bagian dari tracking untuk deteksi dini penyebaran covid-19.

"Kegiatan tracking covid, karena sebelumnya ada terdeteksi warga duwet yang terkena covid, akhirnya di-tracking. Dan terdata sebanyak 50 warga yang di-rapid test di sini," ungkapnya.

Dijelaskan Mastur, kegiatan rapid test massal ini sudah dilakukan untuk kedua kalinya, setelah sebelumnya bulan kemarin. "Alhamdulillah, dari yang positif kemarin sudah ada satu yang sembuh ," jelasnya.

Pihaknya bersyukur karena masyarakat cukup kooperatif dan dari hasil rapid tes sampai sejauh ini masih tergolong nonreaktif. "Dan dari rapid test sampai siang ini dari warga yang ikut rapid 10 menit bisa langsung ketahuan dan sepertinya masih kebanyakan nonreaktif," jelasnya.

Pihak kesehatan berharap warga semakin sadar untuk menjaga protokol kesehatan di satu pihak dan meluruskan stigma tentang positif dan negatif berkaitan dengan Covid-19. Sebab selama ini perilaku masyarakat cenderung memberikan stigma yang kurang baik terhadap pasien posisif Covid-19.

"Harapanya, sedikit menghilangkan stigma masyarakat terhadap pasien covid. Kebanyakan realita, stigma masyarakat ini ya kalau ada positif itu masyarakat lebih cenderung takut. Contoh kecil kemarin, di-rapid dan langsung di-swab itu ada 13 orang, tanpa dikonfirmasi masyarakat justru memahami mereka 13 orang itu positif. Padahal belum tentu hasilnya," imbuhnya.

"Lah itu sampai-sampai masyarakat takut masuk gang, itu kan terlalu berlebihan. Dan kasihan keluarga itu sampai mau kemana-mana ngga bisa. Jadi masyarakat ini kan agak susah dalam memahami, disuruh menerapkan protokol kesehatan, disuruh menggunakan masker , disuruh menjaga jarak masih susah. Tapi kalau ada kasus langsung takutnya berlebihan gitu," sambungnya. (ap3)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: