banner honda Juli 2026

Air Pasang Setinggi 4 M Terjang Simonet

Air Pasang Setinggi 4 M Terjang Simonet

**Warga Mendesak Untuk Segera Direlokasi

WONOKERTO - Warga Dukuh Simonet, Desa Semut, Kecamatan Wonokerto, Kabupaten Pekalongan, mendesak pemerintah untuk merelokasi mereka. Pasalnya, selama musim ekstrem seperti ini nyawa mereka menjadi taruhannya selama masih mendiami pedukuhan tersebut.

Berdasarkan penuturan warga, terjangan air pasang laut sangat besar. Bahkan pernah hingga setinggi atap rumah, atau setinggi 4 meteran.

"Air laut pasang pernah sampai setinggi atap rumah. Kondisi rumah sudah seperti ini. Kalau tetap bertahan, saya takut," kata Sholati (37), warga setempat.

Sholati sendiri merupakan salah satu warga Simonet yang rumahnya hancur diterjang air pasang laut dan abrasi. Ia bersama keluarganya saat ini terpaksa mengontrak rumah di Desa Semut.

Hal senada diutarakan Kades Semut, Sugiono. Menurutnya, pada kondisi normal saja, perkampungan di Simonet terdampak rob. Apalagi jika air pasang laut datang. Keadaannya sulit dibayangkan.

"Kondisi masih normal saja seperti ini. Jika pasang datang seperti kemarin bulan Desember, tanggalnya kalau ndak salah 18, air pasangnya 1,5 meter lebih dan terjadi di tengah malam. Itu sangat mengkhawatirkan saya mas," kata dia, yang langsung ditimpali warga setempat jika saat itu ketinggian air pasang laut sampai 4 meteran.

Sekedar diketahui, Dukuh Simonet yang luasnya sekitar 15 hektar lokasinya di sebelah utara Muara TPI Wonokerto. Pedukuhan ini merupakan 'pulau' yang langsung berhadapan dengan laut lepas. Aksesibilitas warga di Dukuh Simonet juga sulit. Akses paling mudah dengan menyeberangi muara menggunakan perahu. Angkutan perahu ini pun jam operasionalnya terbatas, dan melihat kondisi pasang surut muara.

Akses darat bisa dilalui melalui jalur Simonet-Desa Depok dengan menyisiri tepian laut. Namun akibat abrasi kondisi jalan banyak yang rusak dan tergerus abrasi. Kades Semut Sugiono mengatakan, Dukuh Simonet dihuni 230 jiwa, ditambah anak kecil dan balita. "Ada 73 KK. Kalau rumah ada 55 rumah," terang dia.

Dikatakan, kondisi terparah di Dukuh Simonet mulai terjadi sejak bulan Februari 2020. Warga setempat, kata dia, pernah mengungsi pada awal Maret 2020. Kondisi lebih parah lagi pada bulan Juni 2020.

"Tanggal 2 Maret pak Bupati saat meninjau ke sini menyarankan relokasi, dan tanya kepada saya apakah desa punya tanah untuk relokasi warga Simonet. Saya jawab ada pak tanahnya," kata dia.

Usulan relokasi dari Bupati ini direspon positif oleh warga Simonet. Warga pun kini menginginkan proses reloksasi secepatnya dilakukan. Apalagi kondisi saat ini abrasi dan air pasang laut kian parah.

"Kondisi rumah sekarang sudah kemasukan pasir. Jarak bibir pantai dengan rumah dulu 1 km, sekarang sudah di teras dan merusak rumah warga," kata dia.

Dengan kondisi yang membahayakan itu, beberapa warga setempat berinisiatif untuk mengontrak rumah di desa. Ada pula yang tinggal atau menumpang di rumah kerabatnya atau anggota keluarga lainnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: