iklan banner Honda atas

Pasar Kedungwuni Dibuka Paska Syawalan

Pasar Kedungwuni Dibuka Paska Syawalan

KEDUNGWUNI - Pemkab Pekalongan dalam waktu dekat ini akan memindahkan pedagang Pasar Kedungwuni dari pasar darurat ke pasar baru.

Sekda Kabupaten Pekalongan, Yulian Akbar, baru-baru ini, mengatakan, Pasar Kedungwuni secara fisik sudah siap dibuka. Pemkab kini tinggal menyiapkan perpindahan pedagang dari pasar darurat. Proses itu sedang pemkab rembug dengan para pedagang.

"Target bulan Mei ini kami resmikan. Ya semoga bisa setelah syawalan. Biar ada momennya," katanya.

Akbar mengatakan, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq sudah menyetujui rencana Pasar Kedungwuni dibuka setelah syawalan. Dinas terkait sudah sejak lama melakukan pendataan para pedagang. "Tinggal beberapa langkah lagi yakni soal konsolidasi dengan pedagang," ucapnya.

Sementara itu, Pasar Wiradesa yang sempat dijadwalkan akan dibuka pada awal 2022 justru akan ditunda. Pasalnya, kata Akbar, karena masih ada evaluasi dari Pemerintah Pusat.

"Kabar terakhir, karena ada pekerjaan yang belum sesuai spek (spesifikasi). Kami masih menunggu kabar lebih lanjut dari Kementerian PUPR," tandasnya.

Sebelumnya diberitakan, peresmian Pasar Wiradesa akan ditunda. Pasalnya, masih ada pekerjaan konstruksi yang belum selesai.

Hal itu diketahui saat pimpinan DPRD Kabupaten Pekalongan melakukan kunjungan kerja ke Kementerian PUPR, Senin (18/4/2022).

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan, Sumar Rosul, mengatakan, kunker ke Kementerian PUPR untuk konsultasi tentang pembangunan dan rencana peresmian Pasar Wiradesa. Mereka ditemui Direktorat Prasarana Strategi Dirjen Cipta Karya, Usman Hermanto.

Dari hasil kunker itu, kata Sumar, rencana peresmian Pasar Wiradesa ditunda atau belum bisa dijadwalkan lagi oleh Kementerian PUPR. Karena masih ada pekerjaan konstruksi yang belum selesai. Yaitu pembangunan taman, pekerjaan paving dan finishing konstruksi yang menjadi tanggung jawab Kementerian PUPR. "Pekerjaan ini akan diselesaikan pekerjaannya dalam tiga bulan kedepan," kata Sumar.

Namun, lanjut dia, ada juga pekerjaan yang menjadi tanggung jawab pemkab yang harus diselesaikan segera, yaitu pembangunan kios blok C dan pembebasan bangunan milik warga yang ada di tengah pasar.

Sumar berharap, semua pekerjaan yang belum selesai, baik yang menjadi tanggung jawab pemkab maupun Kementerian PUPR agar segera ditindaklanjuti dan diselesaikan, sehingga peresmian pasar dan operasionalisasi penempatan pedagang bisa terlaksana dalam waktu tiga hingga empat bulan kedepan. (had)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: