Covid Bukan Aib, Jangan Dikucilkan
KAJEN - Warga yang terkonfirmasi Covid-19 di Kabupaten Pekalongan sebagian besar menjalani isolasi mandiri. Berdasarkan data kemarin, dari 46 kasus positif aktif, 20 orang dirawat dan 45 orang menjalani isolasi mandiri.
Namun, masih ada sebagian masyarakat yang merasa takut dengan warga yang menjalani isolasi mandiri di rumahnya masing-masing, sehingga terkesan mereka yang terpapar virus corona ini merasa dikucilkan.
Oleh karena itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan Setiawan Dwiantoro, Rabu (14/10/2020), mengimbau seluruh warga masyarakat jika ada warga yang menjalani isolasi mandiri untuk bisa bersama-sama dipantau, dan jangan dikucilkan, karena Covid ini bukan aib.
Dikatakan, Covid bisa menyerang siapa saja. Yang diperlukan adalah kegotongroyongan. Bersama-sama saling membantu.
"Karena dia dalam isolasi mandiri otomatis peran dari warga sekitar memberikan semangat dan motivasi. Bisa memberikan segala sesuatu yang dibutuhkan. Namanya juga warga. Harus bergotong-royong, rukun tetangga itu lebih baik," ujar Wawan.
Wawan mengatakan, jika kondisinya adalah OTG, tanpa gejala, memang dilakukan isolasi mandiri. Dengan harapan, dia akan lebih cepat recovery, tidak ada tekanan, dan tidak ada stressor.
"Jika dia dirawat di rumah sakit, kondisinya di ruang isolasi, secara otomatis dia akan merasa tertekan," kata dia.
Menurutnya, tujuan dari ruang isolasi adalah untuk merawat yang ada gejala atau comorbid, baik itu ringan, sedang, atau bahkan yang berat. "Itu harus dirawat karena butuh penanganan intensif," tandasnya.
Sedangkan isolasi mandiri kalau dia ditangani di rumah maka bisa berkomunikasi dengan keluarga, dengan syarat menjaga protokol kesehatan. Dengan isolasi mandiri maka secara psikologis akan lebih cepat sembuh, asalkan disiplin.
"Yang membuat kadang tidak nyaman itu tadi ada yang tidak disiplin," katanya.
Wawan juga mengatakan, satgas di tingkat desa akan dihidupkan lagi. Itu ranahnya di Pemberdayaan Desa, dengan program Jogo Tonggo.
"Jonggo Tonggo kita aktifkan, kita monitoring untuk bersama-sama untuk pencegahan. Sosialisasi kepada seluruh masyarakat. Terutama untuk 3 M. Dan ini sudah jalan kok. Di masyarakat sudah jalan," imbuh dia. (had)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
