Covid-19 Petungkriyono 'Pecah Telur'
**Ditemukan 3 Warga Positif Covid-19
PETUNGKRIYONO - Setelah bertahan berbulan-bulan masuk zona hijau Covid-19, Kecamatan Petungkriyono akhirnya pecah telur dengan diberi tanda merah.Pasalnya, tiga orang warga di wilayah pegunungan ini dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19.
Camat Petungkriyono Farid Abdul Hakim, dikonfirmasi, kemarin, membenarkan tiga warga di wilayahnya terpapar virus corona. Ia menyebutkan, ketiga orang itu adalah petugas KPPS yang sebelumnya menjalani rapid dan swab test.
"Memang itu rapid dan swab yang dilakukan KPU sebagai syarat penyelenggara Pilkada. Hasil swabnya positif. Ketiganya orang tanpa gejala. Sehingga menjalani isolasi mandiri," terang Farid.
Farid mengaku belum bisa memastikan apakah yang terpapar virus corona itu terinfeksi saat beraktivitas di luar wilayah Petungkriyono, atau dibawa oleh pengunjung wisata yang datang ke Petungkriyono.
"Tingkat interaksi warga Petungkriyono memang semakin meningkat karena lonjakan wisata alam. Carrier apakah warga Petung yang beraktivitas di bawah, atau tamu yang datang kita belum tahu. Karena satu di antaranya tiga ini bekerja di tempat wisata," ujar dia.
Ia selalu mengimbau dan menyosialisasikan protokol kesehatan kepada masyarakat. Upaya preentif, preventif, dan represif dengan razia prokes selalu dilakukan. Diharapkan, kesadaran masyarakat untuk mematuhi prokes meningkat untuk mengantisipasi penyebaran virus corona di Petungkriyono.
Kepala Dinas Kesehatan Setiawan Dwiantoro membenarkan ada temuan kasus baru di Kecamatan Petungkriyono. Ketiganya merupakan petugas KPPS yang menjalani swab test. Kondisinya OTG, sehingga menjalani isolasi mandiri.
"Petung ada tiga kasus. Baru ada kasus. Sebelumnya belum ada. Kondisi OTG masih dalam pemantauan untuk perbaikan," kata dia.
Menurutnya, petugas KPPS yang sudah sembuh dari Covid-19 bisa bekerja atau tidak perlu diganti. Masyarakat pun tak perlu khawatir terjadi penularan virus corona dari mereka yang sudah sembuh.
"Jika dilihat masa inkubasinya selama 14 hari Insya Allah sembuh. Masyarakat tidak perlu khawatir akan terjadi penularan. Jika mereka sudah sembuh, maka tidak akan menular karena virus ini apabila sudah tertangani tidak akan berkembang. Meski demikian, protokol kesehatan tetap harus dipatuhi," katanya. (had)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
