iklan banner Honda atas

Tren Harian Pemudik Meningkat

Tren Harian Pemudik Meningkat

*Jangan Sampai Ada Klaster Pemudik

KAJEN - Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan menyoroti tren kenaikan harian jumlah pemudik. Lonjakan pemudik ini perlu diantisipasi agar tidak ada penyebaran virus corona di Kota Santri yang tren kasusnya sudah cenderung menurun.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan Setiawan Dwiantoro, kemarin petang, mengatakan, hingga tanggal 28 April 2021 jumlah pemudik sudah mencapai 1.846 orang. Data tanggal 27 April ada 1.451 orang. Artinya, tren harian jumlah pemudik yang pulang kampung ada peningkatan cukup signifikan.

"Kita hanya menganalisis tren kecenderungannya. Ini meningkat drastis kalau kita lihat perkembangannya dari data pemudik yang masuk ke kita. Makanya perlu adanya antisipatif dan juga bagaimana upaya kita mencegah yang mudik-mudik ini apabila ada gejala langsung kita lakukan isolasi," ujar Wawan.

Dikatakan, satgas kecamatan dan desa kemarin melakukan pemeriksaan terhadap pemudik yang pulang kampung. "Dari hasil pemeriksaan itu ada satu pemudik positif dari hasil rapid antigen, yakni di Kecamatan Karanganyar," terang dia.

Dikatakan, tujuan utama pemudik pulang kampung adalah untuk sungkem dengan orangtuanya. Di sisi lain, kasus kematian akibat Covid-19 terbanyak terjadi pada usia di atas 50 tahun.

"Dari kasus kematian, terbanyak usia di atas 50 tahun. Kita tahu pemudik tujuannya adalah sungkem dengan orangtua. Orangtua dalam kondisi sehat, pemudik datang dengan membawa penyakit, maka ini akan terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan. Oleh karena itu, kita lindungi orangtua-orangtua kita, sehingga tidak berisiko terpapar," ungkap dia.

Dari total 154 kasus yang meninggal dunia, sebagian besar memiliki penyakit penyerta atau komorbid. "Kasus yang meninggal kebanyakan komorbid DM, hipertensi, jantung, stroke, serta ada komorbidnya dua jenis," terang dia.

Disampaikan, di Kabupaten Pekalongan ada lima tempat untuk penanganan Covid-19. Yakni di RSUD Kraton, RSUD Kajen, RSI Muhammadiyah Pekajangan, RSI Aisiyah, dan RSDC. Hingga kemarin, ketersediaan ruang, baik di ICU maupun ruang isolasi masih tersedia.

"Di RSUD Kraton ICU ada 10, dari tanggal 28 April ternyata tidak terpakai atau kosong. Artinya saat ini belum ada kegawatan untuk pasien Covid di Kabupaten Pekalongan. RSDC sudah kita siapkan juga masih kosong belum termanfaatkan," kata dia.

Untuk perkembangan kasus sendiri hingga kemarin akumulasi ada 2827 terkonfirmasi. Dengan rincian, 56 dirawat, 2492 sembuh, 125 isolasi mandiri, dan 154 meninggal. Tren harian untuk konfirmasi kasus baru di Kabupaten Pekalongan dari bulan Januari hingga saat ini masih fluktuatif.

"Kita lihat di bulan Januari terjadi lonjakan kasus, kemudian terjadi penurunan sampai dengan 15 April. Naik kembali tanggal 25 April. Ini fluktuatif. Harapan kami April, Mei, Juni terus menurun apabila tidak ada hal-hal yang tidak kita inginkan," ujar dia.

Yang perlu diantisipasi adalah adanya warga mudik. "Ini yang perlu kita waspadai," tandas dia. (had)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: