Akses Terisolir, Perekonomian Lumpuh
WONOKERTO - Banjir di pesisir tak kunjung surut. Sejumlah wilayah terisolir. Aktivitas perekonomian warga pun lumpuh. Kades Tratebang Pronisa, Rabu (17/2/2021), mengatakan, banjir secara umum di wilayah pesisir Wonokerto kian bertambah, kemarin. Ketinggian air rata-rata 30 cm hingga 1 meter.
"Akses lumpuh. Kendaraan yang bisa masuk sampan, gethek, dan mobil TNI AL itu," kata dia.
Banjir yang hampir dua pekan menerjang wilayah pesisir, kata dia, kondisi kesehatan warga kian menurun. "Banyak yang mengeluh kaki gatal-gatal," kata dia.
Untuk kebutuhan sehari-hari, lanjut dia, di setiap desa ada poskonya. Untuk logistik masih tercukupi. "Logistiknya sedang-sedang saja. Yang penting bisa buat masak besok. Kalau kondisi begini terus ya pasti butuh banyak tambahan logistiknya," ujar dia.
Untuk kebutuhan balita seperti susu, pempers, dan obat-obatan diakuinya masih minim.
Untuk Desa Tratebang sendiri ada 650 rumah yang semuanya terendam banjir. Jumlah jiwa ada 3 ribuan.
Disinggung aktivitas perekonomian warga, ia mengatakan perekonomian warga juga nyaris lumpuh.
"Nelayan cuaca buruk berhenti. Kuli batu ya liren karena kondisinya ndak bisa kerja. Tukang jahit dan lainnya juga berhenti. Aktivitas ekonomi warga lumpuh," terang dia.Ditambahkan, banjir kali ini lebih parah dibandingkan tahun lalu. Salah satu faktornya musim hujan yang cukup ekstrem. (had)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
