Pedagang Pasar Kedungwuni Datangi DPRD
KAJEN - Puluhan pedagang Pasar Kedungwuni, Selasa (15/06/2021), mendatangi gedung DPRD Kabupaten Pekalongan. Pedagang yang tergabung dalam Asosiasi Pedagang Pasar Indonesia (Appsi) Kedungwuni meminta kejelasan dan percepatan penempatan Pasar Baru Kedungwuni.
Puluhan pedagang Pasar Kedungwuni mendatangi Gedung DPRD Kabupaten Pekalongan sekira pukul 09.00 Wib. Sedianya mereka akan beraudiensi bertemu wakil rakyat, namun dikarenakan tak ada ijin dari Polres Pekalongan pertemuan akhirnya ditunda pada 24 Juni 2021 mendatang.
Penundaan dilakukan untuk menghindari terjadinya kerumunan karena masih pandemi covid. Adapun para pedagang ditemui langsung oleh Sekretaris DPRD Kabupaten Pekalongan Agus Pranoto dan KBO Intel Polres Pekalongan. Pedagang akhirnya mematuhi dan kembali ke rumah masing masing.
Sekretaris Appsi Kedungwuni, Rahmanto mengatakan pedagang sengaja mendatangi Gedung DPRD Kabupaten Pekalongan untuk menyampaikan aspirasi. Sebab Pasar darurat yang sekarang ditempati sudah tidak layak, dan omset para pedagang terus menurun.
"Karena belakangan ini para pengunjung enggan masuk sehingga sepi. Selain itu para pedagang yang ngontrak di kios kios warga sudah hampir jatuh tempo yaitu September 2021 mendatang," katanya.
Sebab apabila melebihi September, kata dia pastinya pedagang harus memperpanjang kios yang semula dikontrak.
"Kami hanya minta Pasar Baru Kedungwuni segara ditempati sehingga bisa dimanfaatkan kembali oleh pedagang," lanjutnya.
Diungkapkan, memang saat ini ada pengembangan atau wacana pemenuhan fasilitas umum seperti sumur, WC, saluran air dan lainya. Akan tetapi langkah lebih baiknya pemenuhan fasilitas umum berjalan sembari para pedagang menempati kios pasar baru.
"Sebenarnya simple. Pedagang menempati kios pasar baru kemudian pemenuhan fasilitas umum yang masih kurang berjalan. Dengan begitu maka bisa mengetahui kekurangan dan sembari berjalan dilakukan penataan penataan. Jadi ekonomi berjalan pemenuhan dan penataan Pasar berjalan, " imbuhnya.
Senada diungkapkan Ketua LSM Tirai Kabupaten Pekalongan, Mustajirin. Ia menambahkan bahwa audiensi ditunda karena beberapa hal. Untuk itu pedagang sepakat mau bertemu pada 24 Juni 2021 mendatang. "Pada intinya pedagang minta agar segera menempati Pasar baru Kedungwuni."(Yon)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
