iklan banner Honda atas

Pejabat di Dinas Kesehatan Terpapar Covid-19

Pejabat di Dinas Kesehatan Terpapar Covid-19

**Pelayanan BPJS, Jamkesda dan Jampersal Dipindah Ke Luar Gedung

KAJEN - Seorang pejabat di Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pekalongan terkonfirmasi positif Covid-19. Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Pekalongan Bambang Riswanto saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Kraton karena terpapar Covid-19.

Kepala Dinkes Kabupaten Pekalongan Setiawan Dwiantoro dikonfirmasi Selasa (1/9/2020) membenarkan jika Kabid P2P terkonfirmasi Covid-19. Menurutnya, kondisinya baik dan saat ini menjalani perawatan di RSUD Kraton.

"Alhamdulillah hari ini sembuh tiga, namun juga ada penambahan positif tiga. Salah satunya Kabid P2P. Beliau dirawat di RSUD Kraton. Kondisinya bagus, mungkin hanya terpapar. OTG," terang Wawan.

Dikatakan, pegawai di Dinas Kesehatan yang melakukan kontak erat dengan Kabid P2P sejak tanggal 17 Agustus 2020 dilakukan swab. Menurutnya, ada 18 pegawai di bidang P2P.

"Hari ini belum keluar hasilnya. Swabnya dua kali. Hari ini dan Kamis. Satu ruangan ada 18 orang. Hari ini 10 orang, Kamis 8 orang," terang dia.

Disinggung aktivitas di Dinkes, Wawan mengatakan, sebagian pegawai di Ruang P2P ruang kerjanya dipindah di Aula Dinkes. Pegawai pun digilir. Upaya itu dilakukan agar tidak terjadi penumpukan pegawai di Dinkes.

"Sebagian kita pindahkan ruangannya tidak di ruang beliaunya tetapi di aula. Kalau kita istirahatkan semuanya nanti kegiatan lumpuh. Ini bidang paling vital karena salah satunya yang ngurusi Covid.

Shifting juga dilakukan agar tidak terjadi penumpukan," ujar dia.
Dikatakan, pelayanan di dinas untuk BPJS, Jamkesda, dan Jampersal saat ini dilakukan di luar gedung. Sehingga, lanjut dia, tidak ada penumpukan orang di dalam gedung.

"Setiap pagi dan sore kita lakukan disinfeksi semuanya. Biar nyaman dulu," kata dia.

Wawan mengatakan, seluruh keluarga Kabid P2P, termasuk istrinya yang merupakan anggota DPRD Kabupaten Pekalongan Patmiati hasil swab testnya negatif. "Kita lihat dari keluarga negatif. Mungkin dia terpapar, karena dia kan aktivitasnya tinggi karena di P2P yang ngurusi Covid juga. Terpaparnya darimana kita lagi telusuri lagi," ujar dia.

Dua penambahan kasus baru lainnya, kata dia, dari kluster rumah tangga. "Kalau tidak salah dari Wiradesa," katanya.

MENINGGAL DUNIA
Sementara itu, salah satu warga di Desa Jagung, Kecamatan Kesesi, meninggal dunia dan terkonfirmasi positif Covid-19. Warga berjenis kelamin laki-laki ini diketahui positif Covid-19 setelah mengalami kecelakaan tunggal saat mengendarai sepeda motor. Saat menjalani perawatan di rumah sakit, hasil test swabnya ternyata positif.
"Untuk di Jagung tetangga sekitar tidak ada yang reaktif. Kita sudah tracking dan nonreaktif semuanya," kata Wawan.

Disinggung apakah ada pembatasan lebih ketat di desa merah Covid-19, seperti pembatasan home visit dan lainnya, Wawan mengatakan, penyebaran Covid-19 hanya bisa dibatasi dengan 3M, yakni memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan memakai sabun. "Jika semuanya disiplin, home visit saya rasa tidak masalah. Semuanya menyadari bareng, tidak usah diingatkan kalau ini sudah menjadi tanggung jawab kita bersama. Masyarakat bersama-sama kita untuk saling menjaga dan mengingatkan," ujar dia.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: