iklan banner Honda atas

Meski Pandemi, Produksi Beras Melimpah

Meski Pandemi, Produksi Beras Melimpah

**Surplus 57.437 Ton

KAJEN - Di tengah pandemi Covid-19, hasil produksi pertanian masyarakat Kabupaten Pekalongan masih melimpah. Bahkan hingga saat ini produksi padi Surplus mencapai 57.437 ton.

Diketahui, pandemi covid-19 mulai awal april 2020 lalu, masyarakat aktivitas lebih banyak di pertanian sehingga hasil pertanian melimpah. Tak hanya hasil padi, sejumlah hasil lainya juga mengalami peningkatan karena selama lockdown untuk mengisi waktu masyarakat lebih banyak mengolah sawah.

Plt Bupati Pekalongan Hj. Arini Harimurti menyampaikan, di tengah pandemi covid-19 ini kondisi pangan di Kabupaten Pekalongan tak perlu dikhawatirkan. Sebab, produksi beras per tahun surplus sekitar 57.437 ton.

Selain Kabupaten Pekalongan sebagai salah satu wilayah penyokong ketahanan pangan, RTRW Kabupaten Pekalongan memiliki lahan pertanian seluas 23.853 hektare.

"Hingga 31 Oktober 2020 kebutuhan beras sebesar 69. 720 ton. Itu dapat terpenuhi sebesar 127. 157 ton. Sehingga mengalami surplus sebesar 57.437 ton beras, " katanya.

Dikatakan, dengan surplus hasil produksi tersebut saat musim penghujan petani mengalami kesulitan dan mengeringkan padi. Sehingga hal tersebut mempengaruhi nilai jual padi.

"Kendalanya petani belum memiliki lantai jemur yang luas, sehingga kasar air masih tinggi," terangnya.

Sementara salah seorang petani asal Kecamatan Kesesi, Harjo mengakui ketika musim panen warga kesulitan dalam menjemur padi. Untuk itu petani lebih banyak menjual saat padi mulai menguning.

"Sekarang jarang kalau musim panen padi dibawa ke rumah, paling langsung dijual, " katanya.

Sebelumnya, Petani Kota Santri selalu menemui permasalahan disaat musim panen, biasanya harga jual beras dari petani anjlok. Sedamgkan untuk menjual ke Bulog terkadang petani masih kesulitan.(yon)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: