Puluhan Bumil Tarpapar Covid-19
*Dinkes Tambah Ruang Persalinan
KAJEN - Puluhan ibu hamil (bumil) di Kabupaten Pekalongan terkonfirmasi positif Covid-19. Untuk itu, Dinas Kesehatan akan menambah ruang persalinan khusus bumil reaktif dan positif di Rumah Sakit Darurat Covid (RSDC) Wonokerto.
Berdasarkan data di Dinkes, pada bulan Desember ini ada 145 bumil yang menjalani swab test. Hasilnya, ada 40 bumil yang positif Covid-19.
Sebaran bumil terkonfirmasi positif Covid-19 terbanyak di Puskesmas Kedungwuni II dengan 11 kasus. Disusul Puskesmas Wiradesa ada tujuh kasus, dan Puskesmas Wonopringgo dan Puskesmas Kedungwuni I masing-masing 4 kasus. Lainnya menyebar di sejumlah Puskesmas dengan jumlah kasus bumil positif Covid-19 satu hingga dua orang.
Sementara itu, data pada bulan November, dari delapan bumil yang di-swab, semuanya positif. Pada bulan Oktober, dari 196 bumil yang menjalani swab test, ada 11 yang terpapar virus corona.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan Setiawan Dwiantoro, Rabu (23/12/2020), mengatakan, bumil yang memasuki masa kelahiran dilakukan tracking untuk pemeriksaan ibu hamil, termasuk pemeriksaan rapid dan swab. Tujuannya, pada saat memasuki usia persalinan atau HPL sudah dekat sudah siap untuk rujukannya. "Untuk kita identifikasi kondisi ibu hamil tersebut," kata dia.
Langkah itu merupakan upaya deteksi dini sejak awal. "Sekarang sudah banyak ibu hamil yang sudah kita lakukan pemeriksaan itu," ujar dia.
Disebutkan, di tiap Puskesmas sudah memiliki ruang persalinan. Diharapkan, ruang persalinan itu bisa membantu untuk mensupport rumah sakit. "Tapi harapan kami yang faskes di Puskesmas itu proses kelahiran normal, tanpa ada Covid. Harapannya seperti itu, kecuali terpaksa. Di rumah sakit sudah penuh semua baru pelayanan di Puskesmas," kata Wawan.
Menurutnya, untuk melakukan pelayanan di Puskesmas dalam waktu dua hari di-disinfektan, sehingga mengurangi pelayanan ibu hamil yang lain. Sehingga, lanjut dia, pihaknya selalu berkolaborasi antar Puskesmas sehingga bisa mendukung proses persalinan yang ada di masyarakat.
Dikatakan, ruang persalinan khusus bumil yang reaktif dan positif di RSUD Kajen dan Kraton sudah menyiapkan. Pihaknya juga tengah berupaya di RSDC untuk bisa melayani bumil yang reaktif dan positif.
"Kendalanya di sumber daya manusia dan alat. Kemarin kita sedang berupaya untuk memenuhi fasilitas prasarana untuk persalinan di RSDC. Ini sudah kita siapkan untuk menambah supporting ke rumah sakit," terang dia.
Menurutnya, di RSDC akan disiapkan lima bed untuk bumil reaktif dan positif Covid-19. "Yang saat ini sudah ada kan dua ya. Kita siapkan tambahan lima di sana (RSDC)," terang dia.
Wawan menekankan, pihaknya memprogramkan yang 15 hari HPL, atau masa menunggu 15 hari sebelum persalinan itu untuk menjaga kesehatan dirinya. Upayanya adalah dengan mengurangi kontak, mengonsumsi makanan bergizi, serta 3M diperketat. Disamping itu dilakukan pemeriksaan, termasuk pemeriksaan Covid-19 dengan rapid dan swab.
"Ini yang kita lakukan untuk antisipasi itu, sehingga tidak mendadak begitu saja tetapi persalinan direncanakan. Karena kalau sudah dipersiapkan seperti itu, sudah teridenfikasi si A kena Covid, sudah ada persiapan kemana harus dilakukan perujukan. Tidak terjadi lagi seperti bulan-bulan yang lalu. Strategi kita seperti itu," ungkap dia.
Meskipun demikian, kata dia, semuanya tergantung dari sarana dan prasarana yang ada. Jika kondisi semuanya penuh, maka dilakukan persalinan yang tidak ada penyulit di Puskesmas. Konsekuensinya, lanjut dia, persalinan di Puskesmas dilakukan disinfektan. "Bidan-bidan di Puskesmas pun sudah dipersiapkan untuk menghadapi ibu hamil reaktif dan positif. Sudah kita persiapkan dengan PPI (Pencegahan dan Pengendalian Infeksi) yang ketat," tandas dia.
Bidannya pun dilakukan pemeriksaan secara berkala, sehingga bisa diantisipasi. Termasuk kejadian di Puskesmas Kedungwuni II (tiga bidan positif, Red), imbuh Wawan, merupakan upaya Dinkes melakukan deteksi terhadap petugas. "Petugas juga dilakukan pemeriksaan, sehingga masyarakat tidak was-was. Petugasnya juga merasa sehat untuk melakukan pertolongan persalinan," ujar dia.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
