Rapid Antigen Pemudik Gratis
KAJEN - Pemudik dan santri yang akan kembali marantau atau mondok ditekankan untuk melakukan rapid antigen di Puskesmas. Pasalnya, syarat agar bisa balik ke perantauan dan pondok pesantren harus ada surat keterangan bebas Covid-19.
"Kebijakan pemda untuk para pemudik, termasuk santri, yang akan kembali merantau atau mondok difasilitasi untuk dilakukan pemeriksaan rapid antigen. Pelaksanaan mulai kemarin sampai nanti selesai para pemudik membutuhkan itu," terang Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan Setiawan Dwiantoro, kemarin.
"Kenapa kita lakukan demikian, karena ini diberlakukan semuanya. Jadi pemudik yang akan kembali ke Jakarta harus membawa keterangan bebas dari Covid. Termasuk yang mondok juga seperti itu," lanjut dia.
Pihaknya sudah koordinasi dengan pengasuh pondok pesantren agar bisa difasilitasi pelaksanaan rapid antigen ke para santri yang akan kembali mondok. "Kemarin kita koordinasi dengan pengasuh pondok peaantren Nirboyo dan Gontor untuk bisa difasilitasi," katanya.
Bagi mereka yang positif, kata dia, sudah langsung ditindaklanjuti untuk disampaikan ke desa agar dilakukan isolasi mandiri di desa. Karena di desa sudah siap dengan mikrozonasinya.
"Hari ini kebetulan kita rapat dengan Forkompincam. Itu juga sudah siap dengan mikrozonasinya. Mereka membawa Babinsa dan Bhabinkamtibmas untuk menghantarkan para pemudik yang positif dibawa pulang untuk diisolasi selama 11 hari," katanya.
Dinas Kesehatan menyiapkan sekitar 7 ribu rapid antigen. "Saya yakin semuanya bisa kita cukupi untuk kebutuhan antigen pemudik dan santri. Kita gratiskan semua. Karena di Perbup di Pasal 13 ayat 3 menyantumkan itu bebas dari biaya karena ini pemberantasan penyakit menular potensial wabah dan juga untuk peningkatan kesehatan pondok pesantren," ujar dia.
Ia menekankan agar para pemudik yang akan balik ke perantauannya untuk memeriksakan rapid antigen di Puskesmas di wilayahnya masing-masing. Pasalnya, jika pemudik ini terjaring dan kedapatan positif Covid maka akan dikarantina di lokasi mereka terjaring.
"Hari ini disampaikan dari provinsi jika terjaring positif di bandara, pelabuhan, atau dimanapun, akan diinformasikan ke daerah untuk dilakukan tracking di keluarganya. Ini repot semua kalau sudah begini. Mereka yang terjaring akan diisolasi di tempat-tempat mereka. Yang terjaring di Semarang, misalnya, akan diisolasi di Srondol. Jadi mohon sebelum berangkat untuk bisa dilakukan pemeriksaan rapid antigen dulu," tandasnya.
Pemeriksaan rapid antigen bagi pemudik dan santri dilakukan di tiap Puskesmas. "Pemudik di Kabupaten Pekalongan sudah tercatat semua, by name by adress, jadi ndak bisa ngarang saya pemudik. Jadi semua sudah tercatat kapan berangkat, kapan pulang. Sudah ada datanya semua," ungkap Wawan. (had)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
