iklan banner Honda atas

Ratusan Tenaga Kesehatan Divaksin

Ratusan Tenaga Kesehatan Divaksin

*) Masuk Tahap Dua

KAJEN - Ratusan tenaga kesehatan (Nakes) dilakukan penyuntikan vaksin Covid-19 di RSUD Kajen, Senin (15/02/2021). Vaksinasi tahap kedua dilakukan oleh pihak RSUD Kajen selama beberapa hari. Namun dalam penyuntikan tidak semua bisa digunakan karena terkendala beberapa faktor.

Hal itu dibenarkan Direktur RSUD Kajen, dr Amrozi Taufik melalui Kepala Bidang Pelayanan dan Penunjang, dr Imam Prasetyo, Senin (15/2/2021). Kata dia untuk pencegahan covid 19, RSUD Kajen ikut berpartisipasi dengan melakukan vaksinasi. Kegiatan vaksinasi tahap kedua untuk tenaga kesehatan selama dua hari dan disiapkan 216 vaksin.

Namun dari jumlah nakes yang akan divaksin, masih ada 13 vaksin yang tidak digunakan karena ada beberapa faktor sehingga jumlah vaksin yang diberikan sebanyak 203.

"Dua orang terpaksa ditunda, lalu tiga orang tidak hadir, dan ekslusi sebanyak 8 orang. Semua vaksin yang disediakan kondisinya bagus dan tidak ada yang rusak. Sedangkan 13 vaksin tak digunakan karena beberapa faktor,"katanya.

Selain melakukan vaksinasi, RSUD Kajen juga ikut membantu korban banjir dengan memberikan bantuan logistik. Untuk bantuan yang diberikan berupa sembako yang menjadi kebutuhan pokok para korban banjir. Semua bantuan tersebut didistribusikan melalui BPBD Kabupateb Pekalongan dan nantinya diserahkan kepada yang membutuhkan.
''Semoga bantuan yang kami berikan bisa bermanfaat dan mudah-mudahan banjir segera surut sehingga masyarakat dapat beraktivitas kembali,'' harapnya.

dr Imam menyampaikan, mereka yang menjadi korban banjir merupakan warga Kabupaten Pekalongan sehingga perlu ada perhatian dari semua pihak yang ada di daerah tersebut. Sebagai salah satu bagian dari Kota Santri, RSUD Kajen merasa sangat prihatin sehingga dengan adanya musibah tersebut ikut membantu meringankan beban mereka yang terkena banjir.

Selama masih banjir, masyarakat yang berada dipengungsian atau ada yang kembali ke rumahnya, diminta untuk selalu menjaga kesehatan. Sebab dalam kondisi banjir, cukup rawan terkena penyakit seperti demam, gatal-gatal, dan lainnya. Apabila merasakan kondisi tubuhnya tidak enak atau merasa akan sakit, mereka supaya segera memeriksakan ke petugas kesehatan agar segera ditangani.(yon)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: