iklan banner Honda atas

Rob SDN Karangjompo Tak Kunjung Surut

Rob SDN Karangjompo Tak Kunjung Surut

**Bupati Tinjau, 2023 Pastikan Tertangani

TIRTO - Akibat terendam air rob bertahun tahun, kondisi SD Negeri Karangjompo, Kecamatan Tirto memprihatinkan. Sekolah tak bisa terpakai lantaran terendam rob sehingga para siswa terpaksa menumpang di rumah-rumah warga saat jam pelajaran. Pemkab 2023 memastikan SDN Karangjompo Kecamatan Tirto tertangani.

Hal itu dibenarkan Kepala Sekolah SDN Karangjompo, Sadiyo, kemarin. Kata dia, SDN Karangjompo, Tirto terendam rob tiap tahun. Namun bannir tahun ini makin parah. Sekolah tak lagi nyaman dan aman digunakan. Ular dan biawak dari rawa-rawa pun masuk ke lingkungan sekolah.

"Sudah tiga pekan atau hampir sebulan ini kami menumpang di rumah warga untuk pelaksanaan kegiatan belajar-mengajar," kata Kepala Sekolah SDN Karangjompo, Sadiyo.

Ada empat rumah yang digunakan untuk sekolah darurat. Siswa belajar beralas tikar, lesehan. Semua siswa belajar di sana, tanpa kecuali. Dari kelas I sampai VI. Total 67 siswa. Satu rumah ada yang digunakan untuk dua kelas.

"Belakangan ini rob tidak surut-surut. Kami minta saran dari komite, katanya sementara belajar di rumah warga. Akhirnya kami menuruti," ucapnya.

Pihak sekolah sudah mengajukan proposal ke Dindikbud Kabupaten Pekalongan. Pengajuannya untuk peninggian dan renovasi.

"Juni 2022, sudah saya ajukan. Dindikbud sudah memasukan ke anggaran DAK 2023, sudah ACC , tinggal menunggu," ungkapnya.

Mendengar kondisi tersebut, Rabu (16/11) Bupati Pekalongan Fadia Arafiq bersama Kepala Dindikbud, Kholid langsung meninjau sekolah. Ia memerintahkan Dindikbud segera mengatasi.

"Saya prihatin, ada sekolah kondisi begini. Ini sangat tidak layak untuk sekolah dalam keadaan banjir. Sampai ular masuk, biawak masuk banjirnya seperti itu. Dan ini memang sudah tidak boleh ada lagi sekolah sekolah kondisi seperti itu, harus kita perbaiki anak kita harus bisa sekolah dengan layak, karena saya sebagai Bupati Pekalongan ditahun 2023 itu tidak boleh ada sekolah yang rusak untuk sekolah negeri yang ada di Kabupaten Pekalongan, " terangnya.

Adapun untuk penanganan jangka pendek langsung dihitung apakah melalui bencana atau lainya.

"Jadi saya minta dari PU BPBD, Dinas Pendidikan untuk kerjasama agar cepat ditangani. Untuk anak anak saya, kondisi sekolah sedang diuji sama Allah agar tetap semangat dan sabar karena saya sebagai ibu kalian tidak akan diam dan akan memperbaiki, " imbuhnya.

Sementara Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan H Sumar Rosul menyarankan sekolah itu segera diatasi dengan menggunakan dana tak terduga karena bencana.
"Kalau nunggu 2023, itu lama. Mungkin baru bisa ditempati pada Desember 2023. Kasihan siswa," sarannya. (Yon)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: