Rumah Sakit Minim Nakes
*Rekruitmen Relawan Medis akan Dilakukan
*Kebutuhan Oksigen Meningkat Tajam
KAJEN - Puluhan tenaga kesehatan di RSUD Kraton dan RSUD Kajen terpapar virus corona. Akibatnya, pihak rumah sakit kekurangan nakes. Selain persoalan minimnya nakes, ketersediaan tabung oksigen juga menjadi masalah serius yang disikapi Pemkab Pekalongan. Pasalnya, pemakaian oksigen di rumah sakit saat ini melonjak tinggi.
Plh Sekda Yulian Akbar, dihubungi Minggu (4/7/2021) sore, mengatakan, banyak nakes di RSUD Kraton dan Kajen terpapar virus corona. Ia menyebut di RSUD Kraton jumlah nakes yang terkonfirmasi Covid-19 sekitar 38 orang. Namun angka ini sifatnya dinamis.
Di RSUD Kajen, lanjut dia, banyak juga nakes yang terpapar virus corona. Namun jumlahnya tidak sebanyak di RSUD Kraton. Bahkan, Plt Direktur RSUD Kajen juga ikut terpapar dan dirawat di rumah sakit di Solo. "Bupati akan segera menunjuk plt baru. Dalam bulan ini pastinya," ujar Akbar.
Dikatakan, untuk memenuhi kekurangan nakes di rumah sakit, pemda akan membuka rekruitmen relawan medis. Pihaknya akan bekerja sama dengan organisasi profesi seperti PPNI, IDI, dan lembaga-lembaga perguruan tinggi untuk rekruitmen relawan medis tersebut. Berapa kebutuhan relawan, pihak rumah sakit akan diminta menghitung kebutuhannya masing-masing.
Selain nakes, persoalan lonjakan kebutuhan tabung oksigen juga menjadi perhatian pemda. Ia menandaskan, oksigen harus selalu terjaga ketersediannya.
"Hampir dua tiga hari kemarin ketersediaan oksigen menipis, sehingga rumah sakit kelabakan.
Alhamdulillah untuk Kraton sudah ada instalansinya. Kalau yang di luar Kraton harus bayar tabung. Ini perlu kita perbaiki, baik untuk Kraton maupun lainnya," ungkap dia.
Sementara itu, berdasarkan sumber Radar, jumlah nakes yang masih menjani isolasi mandiri di RSUD Kajen sekitar 25 orang. Belasan nakes lainnya sudah kembali bertugas setelah sebelumnya menjalani isolasi mandiri. Namun nakes yang terpapar bersifat dinamis.
Ruang Flamboyan (ruang anak) yang sempat ditutup sudah dibuka. Namun untuk ruang Teratai (ruang penyakit dalam) masih ditutup sementara. Dengan sakitnya plt direktur dan tidak adanya wakil direktur, kebijakan strategis di rumah sakit terutama kebijakan anggaran terganggu. (had)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
