iklan banner Honda atas

Sabtu, Pintu Gembiro Dibuka

Sabtu, Pintu Gembiro Dibuka

**Dibentuk Tim, Masyarakat Tetap Waspada

KAJEN - Sabtu besok (01/10/2022), Pintu Bendungan Gembiro dipastikan dibuka. Untuk pengamanan prosesi pembukaan dibentuk tim gabungan yang diletakkan di sejumlah lokasi rawan.

Adapun tim gabungan terdiri dari TNI- Polri, Satpol PP, Satgas Tanggap Bencana (TAGANA), Rescue, PMI, Badan Penanggulanggan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pekalongan dan petugas lainnya. Petugas akan ditempatkan di sejumlah lokasi rawan untuk mengantisipasi hal hal yang tak diinginkan karena tiga tahun tidak dibuka pengunjung dan pencari dipastikan membludak.

Untuk pembukaan secara simbolis oleh Bupati Pekalongan Fadia Arafiq dengan pemencetan tombol pembukaan pintu bendungan.

Hal itu dibenarkan Kepala Bidang Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) pada Dinas Pekerjaan Umum Tata Ruang (DPU Taru) Kabupaten Pekalongan, Budi Antoyo, kepada Radar, Kamis (29/09/2022). Ia menyampaikan untuk pembukaan Bendungan Pintu Gembiro persiapan masih berlangsung. Yakni dengan koordinasi bersama tim keamanan Polres Pekalongan, Satgas Tanggap Bencana (TAGANA) Rescue, PMI, BPBD.

"Jadi nanti petugas pengamanan akan standby di Pintu Bendungan Gembiro, kemudian Desa Jagung atau sepanjang hulu dan hilir sungai yang dilalui, " terangnya.

Sebelum pembukaan lanjut dia akan dilakukan deklarasi stop buang sampah di Sungai dan Saluran Irigasi. Dilanjutkan dengan pemencetan tombol Pembukaan Bendungan Gembiro, kemudian dilakukan penandatanganan deklarasi forkopimda dan lainya.

Untuk dari Pemerintah Kabupaten Pekalongan berharap warga yang antusias ingin melihat pembukaan Pintu Bendungan Gembiro harus lebih hati hati hindari di bibir Sungai.

"Dalam mencari ikan itu juga harus hati hati paling tidak 100 meter dari hulu bendung tidak dilakukan menjala ikan karena cukup berbahaya, karena bisa ikut terseret arus air, " imbuhnya.

Sementara dari pantauan dengan adanya pembukaan Bendungan Pintu Gembiro, sudah dimanfaatkan masyarakat sekitar dengan membuat alat tangkap ikan atau sener. Alat tersebut selain digunakan sendiri juga banyak yang dijual di sepanjang jalan Desa Jagung- Watugajah.

"Lumayan mas jualan sener untuk tambahan karena hanya setahun sekali, bahkan kemarin tiga tahun, " ungkap Wardi. (Yon)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: