iklan banner Honda atas

Ikan Bantuan Banyak yang Mati Akibat Serangan Burung

Ikan Bantuan Banyak yang Mati Akibat Serangan Burung

DORO - Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan, Sirhan melakukan kunjungan kerja di Kecamatan Doro, tepatnya di Desa Rogoselo dan Wringinagung. Peninjauan berada di kolam ikan yang dikelola oleh Pokdarwis Gemah Barokah yang pada tahun 2019 mendapatkan bantuan benih ikan Koi sejumlah 80.000 ekor dari BBPBAT Sukabumi, Jawa Barat.

Sirhan menggali informasi tentang pengelolaan kolam ikan tersebut mulai dari penerimaan bantuan sampai dengan kondisi perkembangan saat ini.

Kepada pengurus Pokdarwis, Sulaiman Salam (40) menjelaskan bahwa sebagian ikan yang diterima banyak terjadi kematian yang secara teknis diperkirakan oleh serangan predator (burung). Saat itu bantuan diterima menjelang Hari Raya Lebaran 1440 H atau 2019 masehi.

Sedangkan anggota yang melaksanakan piket secara teknis belum menguasai bagaimana mengantisipasi atau mencegah kematian ikan Koi yang dipelihara.

"Dari penebaran sejumlah 80.000 ekor itu yang tersisa kurang lebih hanya 100 ekor," ungkapnya.

Sebagai salah satu bentuk tanggung jawab pengurus kemudian membeli secara swadaya ikan Koi senilai Rp 600.000. Dalam perkembangannya semua ikan Koi yang ada kemudian dijual dan diganti dengan jenis ikan Bawal untuk tujuan pemancingan.

Pengelola beranggapan bahwa kolam pemancingan ini lebih menguntungkan bagi anggota Pokdarwis. Jumlah ikan Bawal yang ditebar sebanyak 400 kg untuk kolam seluas 75 m2.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan, Sirhan mengarahkan agar potensi perikanan yang ada dapat dimanfaatkan dengan baik, kolam ditata ulang, kebocoran diperbaiki dan pengelolaan lebih lanjut agar dibentuk kelompok pembudidaya ikan yang dapat bekerjasama dengan Pokdarwis yang sudah berjalan terlebih dahulu.

Pihak Dinas Kelautan dan Perikanan tetap akan memberikan bantuan pembinaan teknis maupun bantuan benih ikan dan lain-lain demi pemanfaatan yang maksimal atas sumberdaya ikan yang ada untuk kesejahteraan warga setempat.

Ditempat lain, yakni kunjungan di Desa Wringinagung, Sirhan meninjau kolam pembesaran yang menerima bantuan benih dari Tim Penggerak PKK Kabupaten Pekalongan pada bulan Desember 2019. Benih ikan Nila yang diterima sejumlah 10.000 ekor untuk 4 lokasi kolam.

Sirhan cukup terkesan dengan kondisi kualitas air kolam yang baik. Hal ini ditandai antara lain dengan tingkat kesehatan ikan yang ada. "Warnanya cerah seperti ikan Nila Merah, gerakannya lincah dari ikan Lele yang semuanya itu merupakan indikator untuk peningkatan produksi asalkan bisa ditangani dengan teknis yang tepat," pungkasnya.

Kedatangan Kepala Dinas di Desa Wringinagung diterima oleh pihak Kepala Desa Bambang Sugiat melalui Kaur Perencanaan Desa, Tohir. Pihak desa berharap pada masa yang akan datang dapat menerima bantuan benih lagi dan akan mempersiapkan kelompok dan lahan/kolam ikan sesuai dengan syarat teknis yang diperlukan.

Sirhan berpesan, dengan potensi sumber daya air yang ada dan usaha budidaya ikan di Desa Wringinagung dapat ditingkatkan kualitas dan kuantitasnya.

Dinas Kelautan dan Perikanan melalui para penyuluh yang ada di lapangan akan mendampingi para pelaku utama budidaya untuk membina kelompok dan mempersiapkan lahan budidaya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: