iklan banner Honda atas

Satu Desa Masuk Zona Resiko Tinggi

Satu Desa Masuk Zona Resiko Tinggi

**43 Desa Masuk Zona Risiko Sedang

KESESI - Sebanyak 43 desa (15,09%) di Kabupaten Pekalongan masuk zona risiko sedang Covid-19. Hanya ada satu desa (0,35%) masuk zona risiko tinggi, yakni Desa Tegalsuruh, Kecamatan Sragi. Sementara itu, 36 desa (12,63%) masuk zona risiko rendah, dan 205 desa (71,93%) tidak ada kasus Covid-19.

Data itu berdasarkan mikrozonasi desa per-tanggal 7 Februari 2021. Untuk mikrozonasi kecamatan, dari 19 kecamatan di Kota Santri ada 10 kecamatan masuk zona orange, 6 kecamatan masuk zona kuning, dan tiga kecamatan masuk zona hijau.

Demikian disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan Setiawan Dwiantoro, saat tinjauan PPKM mikro di Desa Watugajah Kecamatan Kesesi, Selasa (16/2/2021).

Sedangkan berdasarkan data tanggal 15 Februari 2021, ada 15 kecamatan yang ditemukan kasus aktif, dan ada empat kecamatan tidak ditemukan kasus aktif Covid-19. Keempat kecamatan zona hijau itu masing-masing di Kecamatan Talun, Petungkriyono, Lebakbarang, dan Kecamatan Kandangserang.

Kasus akumulasi terkonfirmasi sendiri ada 2003 kasus. Dengan rincian, 70 orang dirawat, 1.653 orang sembuh, 183 orang menjalani isolasi mandiri, dan 97 orang meninggal dunia.

Wawan mengatakan, PPKM Mikro satuan tugasnya ada di tingkat desa. Jika ada kasus di desa tersebut, pada RT tersebut dilakukan pengetatan. "Dilakukan tracking di situ, pemeriksaan di situ, diberi rumah singgah di situ. Ada rumah isolasinya di RT tersebut. Sehingga betul-betul di situ nanti dijaga. Dipenuhi kebutuhannya," terang dia.

Menurutnya, PPKM Mikro mengerucut pada lokus yang ada kasus positif Corona. Di setiap desa, lanjut dia, ada posko PPKM Mikro.

"Pak Bupati tadi sudah menyampaikan untuk yang zona merah tetap ada batasan-batasan. Warga luar daerah yang masuk, atau orang dari luar kota yang masuk dilakukan tracking dulu. Dilakukan pemeriksaan rapid test dulu untuk masuk di situ. Jika dia sakit langsung masuk rumah isolasi," terang Wawan.

Untuk kegiatan masyarakat, kata dia, tetap berjalan. Namun protokol kesehatannya, utamanya 3M kian diperketat. "Alhamdulillah desa-desa yang dijadikan percontohan ini kondisinya pada hari ini tidak ada perkembangan kasus, dan sudah kategori hijau. Tanjungsari, Watugajah, dan Yosorejo sudah hijau semua," kata dia. (had)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: