Satu Nakes Di RSUD Kraton Gugur
*2 Dokter dan 7 Nakes Jalani Perawatan
KAJEN - Seorang perawat di RSUD Kraton, Kabupaten Pekalongan, Eko Prasetyo (46), gugur akibat terpapar virus corona. Humas RSUD Kraton, Teguh Ikhwan, Jumat (18/12/2020), mengatakan, almarhum merupakan perawat RSUD Kraton yang ditugaskan ke instalasi CSSD, pemulasaraan jenazah, dan laundry. Menurutnya, almarhum kurang lebih satu minggu lebih dirawat. Almarhum memiliki penyakit bawaan atau komorbid, yakni kencing manis (DM).
"Almarhum ditugaskan di tempat tugasnya itu sudah lama, sejak 2012. Beliau pernah ikut pemulasaran jenazah, laundry," terang dia.
Menurutnya, perawat yang meninggal dunia karena Covid-19 di RSUD Kraton baru satu ini. "Ini pertama kali, dan semoga ini yang terakhir," katanya. Dikatakan, sejumlah nakes di RSUD Kraton sudah ada yang terpapar virus corona. Di antaranya, dokter anak, dan petugas administrasi ada sekitar 5 yang menjalani isolasi mandiri.
"Perawat khusus Covid-19 yang di ruang isolasi ada dua tim. Kita kan sekarang ada dua ruang, Ruang Anggrek dan Seruni. Seruni kapasitas maksimal bisa sampai 22 tapi kita fungsikan 12. Yang kemarin Anggrek kebakaran kan masuk Seruni semua itu sekarang 22 tempat tidur jadi kepakai semua," jelas dia.
Disinggung apakah akan ada penambahan ruang isolasi lagi, ia mengatakan, RSUD Kraton sudah menambah ruang isolasi di Seruni. "Tambahan baru Seruni. Sambil nanti lihat situasi, kalau memungkinkan buka lagi sebelahnya," ujar dia.
Apakah ruang isolasi juga overload, ia mengatakan kondisinya sama seperti RSUD Kajen. "Kami juga overload. Cuma aturan di kita kalau memang pasien tidak perlu isolasi di rumah sakit, kami sarankan isolasi mandiri. Kalau ndak, yang memang butuh, kami kirim ke RSDC Wonokerto. Kemarin kita juga sempat mengirim ke RS Kariadi," terang dia.
Menurutnya, di Ruang Anggrek ada 10 tempat tidur. Kalau sekarang total 32 bed itu di Ruang Anggrek dan Seruni. "Saat ini sudah full. Kecuali Anggrek kami masih ada 4 kamar yang masih perlu renovasi setelah kemarin kebakaran," kata dia.
Dikatakan, RSUD Kraton tetap menerima pasien umum, termasuk di poliklinik. "Tapi yang rawat inap kami memang agak ketat. Jadi screening awal kita patokannya rapid rest. Kalau saat rapid test reaktif, kita lanjut radiologi ronsen torax, kalau ronsen torax menggambarkan indikasi kuat ke arah Covid, kami masukan ke isolasi," ujar dia.
Memang biasanya, imbuh dia, keluhan saat ini untuk rawat inap agak lama di IGD. Namun hal itu karena adanya prosedur screening.
Untuk APD, lanjut dia, masih tercukupi. "Sekarang juga kan harganya sudah turun," katanya. Dengan masih adanya pandemi, ia mengimbau masyarakat untuk mematuhi prokes. Apalagi di Jateng ada kenaikan signifikan. "Masyarakat kami imbau tetap mematuhi prokes, disiplin 3M. Kalau tidak penting betul, jangan keluar rumah atau ke kerumunan," pesan dia.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan Setiawan Dwiantoro, mengaku prihatin atas meninggalnya almarhum. Ia mendoakan agar almarhum khusnul khatimah.
"Saya turut prihatin atas meninggalnya rekan kita itu, semoga khusnul khatimah, dan tidak menular ke yang lain. Tentunya semoga yang lain mendapat perlindungan. Dan kami doakan nakes yang sedang dirawat juga cepat sembuh," katanya.
Disinggung ada berapa nakes yang dirawat karena terpapar virus corona, Wawan menerangkan, ada dua dokter yang sekarang dirawat di RS Moewardi dan Kariadi. Selain itu, ada rujuh nakes sedang dalam perawatan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
