iklan banner Honda atas

SDN 2 Ponolawen Nyaris Ambruk

SDN 2 Ponolawen Nyaris Ambruk

KESESI - Kondisi SDN 2 Ponolawen di Desa Ponolawen, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan, sangat memprihatinkan. Gedung di sekolah yang dibangun tahun 1978 ini banyak yang nyaris ambruk. Atap keropos. Lantai dan dinding retak-retak.

Satu ruang sudah dikosongkan. Karena atapnya sudah ambruk. Bangunan lainnya sudah membahayakan. Sewaktu-waktu bisa ambruk. Apalagi saat ini musim hujan.

"Takut. Kalau hujan, bocor. Pingin punya sekolah rapi, bersih, dan tidak bocor," tutur Nademi Adela Zulfa, murid kelas V SDN 2 Ponolawen, kemarin.

Kepala SDN 2 Ponolawen, Ari B Sulistyo menceritakan, kondisi bangunan SD sudah rusak parah. Terutama 4 bangunan yang ada di bagian selatan. Lantai dan tembok retak-retak. Kemudian pondasi yang menurun sejak 2019.

"Ada ruang guru dan dapur juga rusak parah. Atap juga sudah tidak bisa diperbaiki sedikit demi sedikit, bahkan tukang saja tidak berani untuk naik ke atas karena kondisi karpus genteng (kayu) sudah rusak," kata Ari kepada awak media, Selasa (25/10/2022).

Sekolah sudah pernah disurvei oleh Kementerian PUPR pada Oktober 2019, lantas disurvei lagi Oktober tahun 2021. Namun hingga saat ini belum ada kejelasannya kapan diperbaiki.

"Nah, dengan adanya Kementerian PUPR yang sudah masuk, waitinglist di Jakarta katanya, sehingga tidak bisa diusulkan oleh Dana Anggaran Khusus (DAK) tingkat Kabupaten Pekalongan. Bangunan ini terakhir direhab tahun 1985. Sekolah ini dibangun kalau tidak salah tahun 1978," ujar Ari.

Dikatakan, jika rehab menggunakan DAK, maka hanya atasnya saja, tidak dengan pondasi. Sedangkan untuk penurunan pondasi bangunan sekitar 10-15 centimeter.

"Kata tim survei dari Kementerian PUPR, kalau kondisi atasnya sudah tidak bisa diperbaiki lagi. Bahkan dari Kementerian PUPR mengatakan, bangunan ini tidak bisa direhab secara ringan atau sedang. Harus dirobohkan dan dipondasi ulang, karena DAK kabupaten tidak mampu untuk membangun seperti itu, biasanya hanya beberapa ruang kelas saja.Tidak tahu kalau ada bantuan dari APBD ataupun aspirasi dewan, tidak tahu juga," tuturnya.

Menurutnya, KBM masih berjalan dengan normal, meski saat musim hujan seperti sekarang ini kondisinya sangat mengkhawatirkan.

"Bangunan di sisi selatan ini, yang digunakan hanya dua kelas yaitu kelas 5 dan 6, tapi kalau hujan kita harus siap-siap karena bocor. Satu ruang kepala sekolah yang digunakan untuk pembelajaran kelas 1. Kemudian untuk ruang guru sudah saya pindahkan ke ruang perpustakaan, karena ada retakan bangunan yang sampai berlubang dan sampai kelihatan ke depan, sehingga takutnya tambah parah," jelasnya.

Upaya yang dilakukan dari pihak sekolah yakni melakukan pengajuan perbaikan sekolah melalui dapodik. Upaya lainnya yaitu Kabid Sarpras dan Kepala Dinas terkait dan menghubungi Kementrian PUPR.

"Di dapodik kita sudah laporkan rusak berat, lalu upaya lagi yaitu menghadap kabid sarpras dan kepala dinas pioritas tahun 2023 dak, juga menghubungi ke Kementrian PUPR. Dari sana sudah waitinglist tingkat nasional. Diusulkan DAK dulu, apabila dari Kementerian PUPR realisasi, yang DAK dicabut," tandasnya.

Harapannya, demi kelancaran proses KBM, serta keamanan anak didik, bantuan segera dapat terealisasikan. Entah dari mana sumbernya, dan segera dilakukan rehab ataupun pembangunan. (had)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: