iklan banner Honda atas

Segera Tempati Pasar Kedungwuni Baru

Segera Tempati Pasar Kedungwuni Baru

**Apalagi Pasar Darurat Mulai Kumuh

KEDUNGWUNI - Sejumlah aktivis Kota Santri menyoroti molornya penempatan Pasar Baru Kedungwuni. Pasalnya, pasar darurat di musim penghujan sepertgi ini tambah kumuh dan tak layak ditempati.

Atas persoalan itu, Untuk mengetahui lebih detail permasalahan pasar yang berada di tingkat Kecamatan Kedungwuni, sejumlah aktivis menggelar Forum Masyarakat Sipil (FMS).

Hal itu dibenarkan Direktur Tirai Kabupaten Pekalongan, Mustajirin kepada Radar, Rabu (13/01/2021).

Diakui Mustajirin, adanya pembangunan Pasar Baru Kedungwuni muncul berbagai polemik. Karena sesuai kesepakatan sebelumnya, bahwa Pasar akan ditempati paska Pilkada 2020. Namun hingga saat ini belum ada kabar kapan penempatan Pasar Baru.

"Dari hasil kegiatan Forum Masyarakat Sipil dimana banyak pula perwakilan pedagang yang hadir menyampaikan bahwa Pasar darurat sekarang sudah tidak layak ditempati. Sebab dimusim penghujan saat ini Pasar menjadi becek dan kumuh sehingga warga atau pengunjung enggan masuk ke dalam dan itu berimbas pada omset penjualan pedagang, " katanya.

Dijelaskan, memang ada ada kabar bahwa banyak yang menyetorkan sejumlah uang untuk mendapatkan kios baru di Pasar Kedungwuni. Namun demikian seharusnya proses penempatan tetap berjalan sesuai aturan yang berlaku.

"Kalau ada dugaan bayar atau titipan maupun korban penipuan Los Pasar itu sudah masuk ranah hukum. Biarkan mereka yang terlibat berurusan dengan hukum dan jangan sampai ini menjadi kendala dalam penempatan Pasar Baru, " tegasnya.

Meski tidak bulan Januari 2021, lanjut dia, diharapkan sebelum bulan Ramadhan mendatang para pedagang bisa menempati Pasar Baru. Sehingga aktivitas pedagang tidak terganggu jelang lebaran mendatang. Kemudian untuk penempatan juga diharapkan sesuai dengan aturan dengan mengutamakan pedagang lama, karena dengan adanya sisa los atau ruko ini pastinya menimbulkan polemik baru.

"Ya bisa dikocok ulang dengan mempertimbangkan pedagang lama tersebih dahulu, " imbuhnya.

Adapun dalam Forum Masyarakat Sipil juga dibahas mengenai parkir, sampah dan lainya.

Sebelumnya, Kondisi pasar darurat Kedungwuni kian kumuh. Apalagi saat musim hujan. Lingkungan pasar kian becek dan tak nyaman.

Oleh karena itu, pedagang berharap bisa segera menempati pasar baru. "Saat musim hujan seperti ini kondisi pasar kian becek dan tak nyaman. Jika pasar baru sudah jadi semoga bisa segera ditempati," harap salah satu pedagang di pasar darurat, kemarin.

Kepala Disperindagkop dan UMKM Kabupaten Pekalongan Hurip Budi Riyantini dikonfirmasi mengaku memahami keluhan dari para pedagang di pasar darurat tersebut. Ia pun menginginkan pemindahan pedagang ke pasar baru bisa segera dilaksanakan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: