iklan banner Honda atas

Sehari, Ada 14 Kasus Kematian Akibat Covid-19

Sehari, Ada 14 Kasus Kematian Akibat Covid-19

**Positif Corona, Terjadi Minggu Kemarin

KAJEN - Kasus kematian akibat Covid-19 di Kabupaten Pekalongan sejak bulan Juni hingga awal Juli 2021 ini masih tinggi. Bahkan, pada Minggu (4/7/2021) lalu dalam sehari ada 14 kematian. Angka ini merupakan rekor tertinggi sejak virus corona menyerang Kota Santri 2 tahun lalu.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pekalongan Budi Raharjo ditemui disela-sela pantauan PPKM darurat di Pasar Wiradesa, Senin (5/7/2021), mengatakan, angka kematian sejak Juni hingga saat ini masih tinggi. Bahkan, kata dia, pada Minggu lalu kasus tertinggi kematian dalam sehari terpecahkan. Yakni ada 14 kematian dalam sehari.

"Beberapa pekan lalu ada 11 jenazah yang dimakamkan. Minggu kemarin mencetak rekor lagi. Ada 14 orang yang meninggal, namun pada hari itu yang dimakamkan baru 12 jenazah. Dua jenazah lagi baru tadi pagi dimakamkan, karena mengingat sudah malam sekali. Sehingga keluarga meminta untuk dimakamkan pagi hari," terang dia.

Menurutnya, hingga saat ini tim pemakaman Covid-19 Kabupaten Pekalongan sudah memakamkan 185 jenazah dengan protap Covid-19.

"Hari ini saja sampai pukul 10.00 WIB, tim sudah memakamkan 10 jenazah dengan protap Covid-19," kata dia.

Budi menuturkan, sejak bulan Juni 2021 memang ada peningkatan pemakaman Covid-19 di Kabupaten Pekalongan.

"Bulan-bulan sebelum Lebaran satgas tidak setiap hari melakukan pemakaman, paling tiga hari sekali pemakaman. Namun, sejak bulan Juni tim melakukan pemakaman rata-rata lima sampai enam jenazah setiap harinya," tuturnya.

Ditambahkan, tim pemakaman jenazah dengan protap Covid-19 di Kabupaten Pekalongan ada 70 orang.

"Alhamdulillah hingga saat ini petugas pemakaman jenazah masih sehat semua. Untuk petugas pemakaman kita atur personelnya dan dirolling setiap harinya," imbuh dia.

Ia menekankan agar masyarakat mematuhi protokol kesehatan. Apalagi dengan adanya kebijakan PPKM darurat masyarakat diimbau untuk mematuhi regulasi yang ada agar penyebaran virus corona bisa ditekan. (had)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: