iklan banner Honda atas

UGD RSUD Kajen Ditutup Sementara

UGD RSUD Kajen Ditutup Sementara

**Tujuh Pasien Probable Masih Dirawat di Selasar
**Tercatat Ada Dua Pasen Meninggal, Satu Pulang

KARANGANYAR - Sebanyak tujuh pasien probable hingga Senin (14/12/2020) kemarin masih dirawat di selasar Unit Gawat Darurat (UGD) RSUD Kajen. Oleh karena itu, manajemen rumah sakit masih membatasi kunjungan dan menutup sementara UGD untuk mengurangi risiko penularan virus corona.

"Per hari ini, tanggal 14 Desember, di UGD kita masih menampung tujuh pasien probable. Kemarin ada 2 yang meninggal, dan 1 sudah pulang karena membaik. Tetapi akan kembali tes swab yang kedua. Jadi hari ini masih ada tujuh. Sehingga kami masih membatasi kunjungan dan menutup sementara UGD," terang Direktur RSUD Kajen, Amrozi Taufik, Senin (14/12/2020).

Menurutnya, dengan penuhnya ruang isolasi, maka ada pengurangan pasien. "Karena kita merubah tempat bangsal yang umum menjadi ruang isolasi yang dengan cara tertentu sehingga jumlah tempat tidur yang tersedia hanya sedikit. Yang tadinya 25 sekarang hanya 12," terang dia.

Disinggung soal mengantisipasi risiko penularan virus corona karena pasien dirawat di selasar, bukan ruang isolasi, Amrozi menyatakan, dengan membatasi jumlah pasien yang masuk. Pasien yang tidak memiliki komorbid, dianjurkan untuk menjalani isolasi mandiri di rumah.

"Ya dengan membatasi itu. Jadi kalau tidak berat, tidak betul-betul mempunyai komorbid, kita sarankan untuk isolasi mandiri. Karena risiko penularan kepada pasien yang lain atau petugas," ujar dia.

Pihak rumah sakit, lanjut dia, saat ini hanya menerima mereka yang mempunyai komorbid atau pemberat, atau yang beresiko. "Pasien yang di selasar ini kami beri pembatas-pembatas agar tetap ada batas, tapi itu tidak maksimal karena memang bukan ruang isolasi," kata dia.

Dikatakan, jika pasien di ruang isolasi ada yang sudah pulang, maka pasien yang dirawat di selasar akan dipindah ke ruang isolasi. "Kalau yang di ruang isolasi nanti pulang, yang di selasar ini kami masukkan ke sana," imbuh dia.

Sebelumnya diberitakan, kasus Covid-19 di Kabupaten Pekalongan terus bertambah. Bahkan sudah di atas 1.000 kasus. Akibatnya, kapasitas tempat tidur di ruang isolasi tak menampung semua pasien Covid-19, baik itu pasien probable maupun terkonfirmasi positif Covid-19.

Akibatnya, pasien probable terpaksa dirawat di selasar rumah sakit. "Betul mas, karena ruang isolasi dan probable di RSUD Kajen penuh akhirnya pasien ditaruh di selasar IGD," kata Direktur RSUD Kajen dr Amrozi Taufik saat dihubungi, Sabtu (12/12/2020) sore.

Menurutnya, ada 10 pasien yang diletakan di luar atau di selasar rumah sakit. Dikatakan, kesepuluh pasien itu probable semua. Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan Setiawan Dwiantoro dikonfirmasi terpisah, mengatakan, pihaknya sudah membahas hal itu pada Jumat malam hingga Sabtu pagi. Menurutnya, pasien dengan gejala berat tetap harus dibawa ke rumah sakit walaupun kapasitas rumah sakit sudah terbatas.

"Untuk RSUD Kajen di IGD saja sudah menampung 10. Di RSUD Kraton juga sudah menampung 9. Di RSDC masih ada tempat. Di RSDC bisa menampung 20 orang, sudah ada 15, sehingga ada sisa 5," terang Wawan.

Ia berharap, tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Artinya, jika bisa isolasi mandiri di rumah dan menjaga kesehatan, maka bisa teratasi. Disinggung apakah pihaknya akan menyiapkan tempat khusus untuk ruang isolasi di luar rumah sakit yang sudah ada, Wawan mengatakan, pada hari Senin (14/12/2020) pihaknya akan membahas langkah-langkah strategis apa yang akan dilakukan. "Yang jelas kita tetap akan menyiapkan itu semua. Hari Senin kita semua Satgas akan kumpul untuk membahas itu. Intinya kita siap," ujar dia.

Wawan mengimbau masyarakat untuk tetap tenang. Apalagi, kondisi saat ini ruang isolasi di RSUD Kraton kebakaran. "Walaupun yang terbakar satu kamar, namun seluruh ruang di kompleks itu ditutup. Instalasinya kan keseluruhan, menyambung yang satu dengan yang lain. Insya Allah Senin sudah stabil sehingga tidak terjadi penumpukan yang demikian," ungkap dia.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: