iklan banner Honda atas

Ujicoba PTM Tahap 1 Aman

Ujicoba PTM Tahap 1 Aman

**Tidak Ditemukan Klaster Baru

WONOPRINGGO - Ujicoba pembelajaran tatap muka (PTM) tahap pertama aman dari Covid-19. Tidak ditemukan klaster baru akibat ujicoba PTM pada 5-17 April 2021 di sekolah-sekolah yang ditunjuk Pemprov Jateng.

Kepala Sekolah SMPN 1 Wonopringgo, Basuki, Kamis (22/4/2021), mengatakan, pada evaluasi virtual melalui webinar dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah beberapa hari lalu dinyatakan bahwa 100 persen tidak ada penularan Covid-19 dalam pelaksanaan ujicoba PTM tahap pertama di Jawa Tengah, termasuk di SMPN 1 Wonopringgo.

"Dari hasil evaluasi secara online yang disampaikan provinsi, pelaksanaan PTM secara umum berjalan lancar. Indikator seperti protokol kesehatan, menjaga jarak, dan menjauhi kerumunan di SMPN 1 Wonopringgo hasilnya bagus," kata Basuki.

Dikatakan, PTM tahap pertama dari evaluasi tim gugus tugas Covid-19 juga tidak ditemukan kluster baru virus corona.
"Alhamdulillah pelaksanaan PTM tahap pertama selama dua minggu tidak menemukan kendala yang berarti," ungkapnya.

Basuki menjelaskan, pada ujicoba PTM tahap kedua yang direncanakan dilaksanakan pada tanggal 26 April-8 Mei 2021 mendatang, SMPN 1 Wonopringgo akan fokus ke kelas 8.

"Rencananya yang PTM tahap kedua kelas 8, biar gantian. Tahap 1 kan kelas 7, tahap 2 kelas 8. Total murid kelas 8 ada 96 anak. Ada 8 kelas yang rencananya PTM tahap kedua. Satu kelas diisi 12 anak," jelasnya.

Walaupun dari hasil laporan baik terkait pelaksanaan tahap pertama, pihaknya tidak akan lengah mengenai protokol kesehatan untuk tahap kedua.

"Persiapan masih dilakukan, mengenai protokol kesehatan, baik sarana dan prasarana seperti tempat cuci tangan, masker, ruangan yang akan digunakan PTM tahap kedua lebih diketatkan lagi," kata dia.

Ditambahkan, rencana PTM tahap kedua pihaknya akan terus lakukan koordinasi dengan guru dan orangtua murid. "Untuk guru kami meminta mengawal PTM secara maksimal dan melakukan imbauan terkait pelaksanaan PTM yang menggunakan prokes ketat," katanya.

Untuk orangtua murid, pihaknya juga berpesan agar anaknya yang mengikuti PTM untuk menerapkan protokol kesehatan, seperti memakai masker, mencuci tangan menggunakan sabun dengan air mengalir, dan menjaga jarak.

"Kami juga tidak memperbolehkan anak didik untuk naik angkot ke sekolah. Anak datang ke sekolah bisa menggunakan sepeda onthel atau diantar oleh orang tua," tambahnya.

Sementara itu, Plt Dindikbud Kabupaten Pekalongan Siti Masruroh mengatakan, ujicoba PTM tahap pertama di Kabupaten Pekalongan dinilai berhasil.

Semua indikator penilaian berjalan hampir 100 persen. Di antaranya pengukuran suhu tubuh sebelum masuk kelas, penyemprotan disinfektan di ruang kelas, dan jaga jarak di lingkungan sekolah.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: