iklan banner Honda atas

Debit Daerah Irigasi Sragi dan Kajen Surut

Debit Daerah Irigasi Sragi dan Kajen Surut

**Tidak Mencukupi Kebutuhan Luas Tanam

KAJEN - Debit dua Daerah Irigasi (DI) besar di Kabupaten Pekalongan turun drastis, sehingga tidak mampu mencukupi kebutuhan air pertanian dalam luasan lahan di jaringan irigasi tersebut.

Berdasarkan data di Bidang PSDA di DPU dan Taru Kabupaten Pekalongan, dari 11 Daerah Irigasi (DI) yang memasok kebutuhan air untuk lahan pertanian di Kabupaten Pekalongan, dua DI yang debitnya tak mencukupi adalah DI Sragi dan DI Kajen karena faktor K-nya kurang dari 1.

Seperti diketahui, jika persediaan air cukup maka faktor K sama dengan 1, sedangkan pada persediaan air kurang maka faktor K kurang dari 1. Faktor K ini dibuat di Balai Pusda Taru Pemali Comal.

Kabid PSDA Edi Setiawan, Kamis (8/10/2020), mengatakan, DI Sragi memasok kebutuhan air untuk 3.212 hektar lahan pertanian. Debit sungai di DI Sragi saat ini 641 liter perdetik, padahal debit kebutuhan airnya 807 liter perdetik.

Dikatakan, DI Kajen memiliki luas area fungsional 245 hektar lahan pertanian. Debit sungai di DI ini 275 liter perdetik, sedangkan debit kebutuhannya 316 liter perdetik.

"Sebagian debit air saat ini memang berkurang. Kebutuhan air cukup karena saat ini belum memasuki musim tanam. Jika musim tanam dipastikan kurang airnya," ujar dia.

Oleh karena itu, ia mengimbau petani untuk mematuhi pola tanam. "Mulai tanam setelah pengeringan selesai," kata dia.

Menurutnya, Pemkab Pekalongan telah menerbitkan Perbup Nomor 42 Tahun 2020 tantang Pola Tanam. Perbup pola tanam ini, kata dia, sebagai pedoman dan acuan pengaturan irigasi dan pola tanam di Kabupaten Pekalongan. "Itu sudah kita hitung kebutuhan waktu tanam kapan, kebutuhan airnya kapan, sehingga kita menyediakan air sudah dihitung di sana," katanya. (had)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: