Vaksinasi Anak Dimatangkan
*Antisipasi KIPI Diperketat
KAJEN - Pemkab Pekalongan memastikan siap melaksanakan vaksinasi anak usia 6 tahun - 11 tahun. Launching serentak di tiap kecamatan akan dilakukan pada hari Kamis (6/1/2022) besok.
Guna mematangkan pelaksanaan vaksinasi anak usia SD sederajat itu, Pemkab Pekalongan menggelar rapat koordinasi dengan seluruh stakeholder terkait di Aula Lantai 1 Setda. Rakor dipimpin Sekda M Yulian Akbar.
"Pemkab Pekalongan siap memulai vaksinasi anak usia 6 tahun sampai 11 tahun. Tadi kita rakor mengundang komplit stakeholder. Dari Dindik, Dinkes, Kemenag, termasuk kecamatan hadir lengkap, kapolsek, danramil, dan puskesmas, termasuk korwil pendidikan," ujar Sekda, usai rakor, kemarin sore.
Pemda, tandas Akbar, akan laksanakan vaksin anak usia 6 tahun - 11 tahun secara serentak pada hari Kamis (6/1/2022) di 19 kecamatan. Ia menandaskan, persiapan sudah dilakukan, baik dari tenaga kesehatan dan ketersediaan vaksin.
"Persiapan kami mulai SDM, tenaga vaksinnya, ketersediaan vaksin, juga akan kami dorong terus. Karena ini kan harus menggunakan vaksin Sinovac. Kita tadi sudah cek semuanya dan mereka siap," katanya.
Diterangkan, data dari KPCPEN sasaran anak yang akan divaksin yaitu 92.633 anak. Sementara, untuk data yang ada di Kabupaten Pekalongan berjumlah 85.498 anak. Dengan sebaran, di SD ada 59.711 anak, MI ada 19.181 anak, dan TK/PAUD ada 6.606. Untuk data riil pendataan ada 90.754 anak.
"Data ini kan sudah by name by adress, jadi data ini yang akan terus kami update. Sesuai di KPCPEN 92 ribu. Sementara data yang ada di kabupaten 85.498, tadi sih kita sudah ketemu selisihnya. 85 ribu kan data yang di Dindik dan Kemenag yang sekolah," katanya.
Sementara ada anak yang seusia sekolah tapi di pesantren. Ia mengatakan, data yang akan dipakai adalah data di KPCPEN.
"Tapi akan kami update terus datanya sambil berjalan," ujarnya.
Saat disinggung ketersediaan untuk dosis vaksin anak, Akbar menerangkan, stok vaksin Sinovac saat ini ada 20 ribu dosis.
"Kami masih ada 20 ribu vaksin jenis Sinovac. Tadi juga sudah disampaikan bahwa di kecamatan-kecamatan ketersediaan Sinovac masih ada. Di hampir Puskesmas juga masih ada. Kami akan koordinasi dengan Dinas Kesehatan provinsi terkait penyediaan vaksin untuk vaksinasi anak ini," ungkap dia.
Untuk sistem pelaksanaan vaksinasi anak, lanjut Akbar, anak akan didampingi orangtua atau wali murid. Vaksinasi juga harus mendapatkan persetujuan dari orangtua.
"Sistemnya nanti anak harus didampingi ortu atau wali murid. Kami sudah perintahkan korwil Kemenag dan Dindik untuk sosialisasi. KIPI juga akan kami perhatikan," tandasnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
