iklan banner Honda atas

Vaksinasi Covid-19 Masih Rendah

Vaksinasi Covid-19 Masih Rendah

**Ketersediaan Vaksin Sempat Terbatas

KAJEN - Capaian vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Pekalongan masih rendah. Untuk itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan akan menggelorakan percepatan vaksinasi sebagai upaya mencegah penyebaran Covid-19.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan Setiawan Dwiantoro, kemarin, menyampaikan, hingga tanggal 6 Juni 2021 total capaian vaksinasi dosis 1 di Kabupaten Pekalongan baru 33.107 orang atau 23,89%. Untuk capaian dosis 2 baru 24.761 orang (17,87%). Rincian capaian vaksinasi ini, yakni sasaran SDM kesehatan sebanyak 2.814 orang, dengan capaian vaksin dosis 1 sebanyak 2.886 orang (102,56%) dan capaian dosis 2 sejumlah 2.707 orang (96,20%).

Sasaran vaksinasi untuk petugas publik mencapai 70.528 orang, dengan capaian dosis 1 sebanyak 20.667 orang (29,30%) dan capaian dosis 2 sebanyak 15.710 orang (22,27%). Capaian lebih kecil tampak untuk lansia. Dari sasaran 65.213 orang, capaian dosis 1 masih 8.074 orang (12,38%), dan capaian dosis 2 hanya 5.277 orang (8,09%).

"Upaya pencegahan harus kita gelorakan dalam hal ini adalah vaksinasi Covid-19. Sudah kita lakukan pendataan sasaran secara berjenjang dari desa, kecamatan, sampai tingkat kabupaten. Penyiapan SDM vaksinator, penyiapan vaksin, pelaksanaan vaksin sampai pencatatan dan pelaporan yang tepat waktu," tandas Wawan.

Ia mengatakan, sasaran total vaksinasi di Kota Santri 605.991 orang. Wawan mengatakan, capaian sasaran vaksin masih rendah karena keterbatasan jumlah vaksin.

"Kenapa kita rendah, karena ada keterbatasan jumlah vaksin. Sedangkan kita tidak bisa pengadaan sendiri. Semua dari pusat. Yang kedua, untuk data sasaran kita, yang untuk lansia itu memang kita cakupannya masih sedikit," terang dia.

Strategi ke depan pihaknya akan mendekatkan layanan kepada sasaran. Semua elemen juga akan dilibatkan untuk menyukseskan program vaksinasi Covid-19. "Kita coba bergerak bersama-sama. Melibatkan semua unsur. Untuk mempercepat ini," katanya.

Dikatakan, vaksin yang tersedia saat ini 17.900. Vaksin tersebut sudah distribusikan.

"Prioritasnya kita lansia dan pelayanan publik. Karena guru-guru sekolah ini ke depan ada rencana tatap muka. Guru sudah banyak yang vaksin. Ini yang belum guru-guru hanya TK dan dosen. Nanti kita kejar," katanya.

Disinggung adanya keluhan di media sosial meski sudah divaksin bisa kena Covid-19, ia mengatakan, meskipun sudah divaksin protokol kesehatan tetap harus dijaga.

"Kenapa sudah divaksin kok kena?. Nah itu kita memang harus betul-betul menjaga kesehatan masing-masing. Prokes harus tetap jaga. Karena kita tidak tahu semua, kapan kita kena ini kita tidak tahu. Kemungkinan kena karena tubuh kita belum ada kekebalan yang maksimal. Namanya vaksinasi kan memberikan kekebalan. Nah itu tergantung respon antibodi kita masing-masing. Jadi jangan karena sudah vaksin terus gak jaga prokes," imbuh dia. (had)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: