iklan banner Honda atas

Angkutan Resmi Merugi, Travel Bodong Untung

Angkutan Resmi Merugi, Travel Bodong Untung

*Organda Minta Larangan Mudik Diperlonggar

KAJEN - Pemerintah Pusat pada lebaran 1442 H mendatang secara resmi melarang masyarakat mudik ke kampung halaman. Akibatnya pengusaha angkutan di Kota Santri kelimpungan, pasalnya jasa angkutan dipastikan sepi.

Ketua Organisasi Angkutan Daerah (Organda) Kabupaten Pekalongan, Slamet Sutrisno mengeluhkan larangan tersebut. Menurutnya, larangan pemerintah untuk mudik di tahun 2021 ini benar benar membuat pengusaha dan awak angkutan umum di Kabupaten Pekalongan menjerit menangis. Karena saat ini mereka menunggu angkutan angkutan dari Luar Kota yang mengangkut para pemudik. Terutama yang turun di pintu gerbang Kabupaten Pekalongan Wiradesa, kemudian Terminal Pekalongan, dan tempat lain yang biasa para Angkutan AKAP menurunkan penumpang dari luar kota.

"Untuk tahun ini bakal tidak ada penumpang karena larangan mudik tersebut. Oleh karena itu, Organda Kabupaten Pekalongan Berharap bahwa larangan tersebut bisa dilonggarkan dengan boleh mudik tapi tetapp dengan mengedepankan Protokoler kesehatan secara Ketat," katanya.

Diakui, seperti bus berangkat harus dari terminal, hal itu supaya para penumpang bisa dipantau dengan ketat. Kemudian kalau larangan ini betul-betul dilaksanakan maka armada armada plat hitam, seperti Elf yang akan mendapatkan keuntungan.

"Jadi plat hitam meskipun ada larangan mudik akan tetap merayap lewat jalan jalan tikus. Walaupun lama dengan tarip yang sangat mahal,"lanjutnya.

Diakui, seperti tahun lalu tarif plat hitam bisa mencapai Rp 500 ribu per orang untuk JKT - Pekalongan dan para penumpang mau membayar asal sampai rumah. Hal inilah yang membuat para pengusaha angkutan darat Kabupaten Pekalongan dan para crew angkutan menangis. Sebab mereka tidak mengangkut pemudik karena tidak ada bus yang mengangkut Pemudik.

"Di sisi lain ternyata banyak yang mengambil keuntungan yaitu para travel gelap dan para rental mobil plat hitam yang lewat jalur jalur tikus sampai ke rumah penumpang. Semoga pada lebaran tahun 2021 ini atau 1442 tidak terulang kembali seperti itu."(yon)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: