iklan banner Honda atas

Antisipasi Lonjakan Kasus, Ruang Isolasi Ditambah

Antisipasi Lonjakan Kasus, Ruang Isolasi Ditambah

*Antisipasi Ledakan Kasus Covid-19
*Tiga Hari, Kasus Kematian Bertambah 5
**Kasus Baru Bertambah 26 Orang

KAJEN - Untuk mengantisipasi ledakan kasus Covid-19 seiring dengan masuknya Kabupaten Pekalongan ke zona merah, Satgas Covid-19 Kabupaten Pekalongan menambah ruang isolasi baru.

Lonjakan kasus Covid-19 di Kota Santri pun kian mengkhawatirkan. Berdasarkan data yang dihimpun Radar, dalam tiga hari terakhir ini ada penambahan kasus baru sebanyak 26 kasus. Data akumulasi terkonfirmasi Covid-19 pada tanggal 15 Oktober 2020 masih 248 kasus. Dengan rincian, dirawat 20 orang, 171 orang sembuh, 45 orang menjalani isolasi mandiri, dan 12 orang meninggal dunia.

Namun, berdasarkan update di laman www.corona.pekalongankab.go.id pada tanggal 17 Oktober, pukul 20:14 WIB, total terkonfirmasi bertambah menjadi 274 kasus. Artinya, dalam tiga hari saja ada penambahan 26 kasus baru. Dengan rincian, 20 orang dirawat, 178 orang sembuh, dan 59 orang menjalani isolasi mandiri. Angka kematian pun bertambah 5 kasus, sehingga total sudah ada 17 orang meninggal dunia akibat Covid-19.

Berdasarkan data di laman itu, penambahan kasus terbanyak di Kecamatan Tirto, yakni bertambah 9 kasus, disusul Kecamatan Kajen bertambah 4 kasus, Kecamatan Wiradesa bertambah 3 kasus, dan di Kecamatan Sragi bertambah 2 kasus. Sementara di Kecamatan Bojong, Buaran, Doro, Karanganyar, Karangdadap, Kedungwuni, Wonokerto, dan Kecamatan Wonopringgo masing-masing bertambah 1 kasus dalam tiga hari terakhir ini.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan Setiawan Dwiantoro, Kamis (15/10/2020), menyatakan, angka kesembuhan Covid-19 di Kabupaten Pekalongan sudah luar biasa. Sampai dengan pukul 16.00 WIB, tanggal 15 Oktober 2020, angka kesembuhan Covid-19 mencapai 81,07 persen.

"Mereka yang terkena Covid sudah sembuh sebanyak 81 persen lebih, dan angka kematian kita juga masih tetap, artinya tidak ada penambahan. Semoga tidak ada penambahan angka kematian, dan angka kesembuhan kita upayakan terus bertambah," kata Wawan saat itu.
Untuk antisipasi lonjakan kasus, kata dia, tim Satgas sudah merumuskan beberapa alternatif. Alternatif pertama adalah menambah ruang isolasi.

"Ini sudah ditetapkan untuk RSUD Kraton ruang isolasinya kita tambah satu bangsal lagi untuk antisipasi jika terjadi ledakan kasus," kata dia. Harapannya, tidak terjadi ledakan kasus di Kabupaten Pekalongan. Namun, upaya antisipatif tetap dilakukan dengan menambah ruang isolasi di RSUD Kraton.

"Sebelah Ruang Anggrek itu dijadikan ruang isolasi. Satu bangsal sekitar 10 kamar lebih," terang dia.

Menurutnya, dari 19 kecamatan berdasarkan data mapping terakhir sudah turun dari 17 menjadi 14 kecamatan. Sebaran terbanyak masih ada di Kecamatan Wiradesa, Bojong, Kedungwuni, dan Kajen.

"Perlu kami sampaikan sebaran itu kalau total kasus memang ada di sebaran kecamatan-kecamatan tersebut tapi harus dilihat mereka ada yang sudah sembuh. Sehingga masing-masing ada tiga kasus, dua kasus. Yang perlu diwaspadai adalah kasus baru di Lebakbarang, di Karanganyar. Kasus baru ini yang harus diwaspadai sehingga perlu ada tracking yang ketat di sana," ujar dia.

Hingga saat itu, lanjut dia, hanya ada dua kecamatan yang masuk zona hijau, yakni Kecamatan Petungkriyono dan Kandangserang. Diharapkan ke depan ada penambahan kecamatan yang zonanya hijau.

Sebelumnya diberitakan, Kabupaten Pekalongan saat ini masuk zona merah Covid-19. Oleh karena itu, Pemkab Pekalongan akan memperketat kegiatan yang bisa mendatangkan kerumunan massa.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan Setiawan Dwiantoro, ditemui usai rapat terbatas dengan Plt Bupati Pekalongan Arini Harimurti, Kamis (15/10/2020) sore, membenarkan jika Kabupaten Pekalongan per-11 Oktober 2020 masuk zona merah Covid-19.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: