Antusias Warga Divaksin Tinggi
KAJEN - Dalam rangka menyambut Hari Bhakti Adhiyaksa ke-62, Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Pekalongan mengggelar beberapa kegiatan sosial. Salah satunya, vaksinasi Covid-19 secara massal di GPU Kajen, kemarin siang.
Vaksinasi massal ini dihadiri Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq dan jajaran Forkopimda. Vaksinasi ini diikuti lebih dari 1.000 warga yang akan disuntik vaksin Covid-19.
Meski jumlah yang datang sangat banyak, namun demikian pelaksanaan kegiatan tetap mengedepankan protokol kesehatan. Masyarakat yang menjadi peserta vaksin harus antre baik di luar maupun di dalam gedung. Semua peserta maupun petugas kesehatan harus mengenakan masker guna menghindari penularan virus corona.
Kepala Kejasaan Negeri (Kajari) Kabupaten Pekalongan, Abun Hasbullah Syambas, menjelaskan, awalnya hanya menyiapkan sebanyak 1.000 vaksin, namun setelah didata masing-masing kecamatan meminta sekitar 2.000 warga yang ikut.
''Setelah melihat data yang ada, jumlah lebih dari 1.000 sehingga langsung berkoordinasi dengan Pak Kapolres dan Pak Dandim untuk mendapatkan vaksin tambahan sehingga menjadi 2.000 vaksin.'' tandasnya.
Dengan vaksinasi massal, Kajari berharap bisa meminimalisir masyarakat Kabupaten Pekalongan yang terdampak pandemi virus corona. Abun sangat gembira karena antusias masyarakat yang ikut suntik vaksin Covid-19 sangat tinggi. Makanya ketika melihat data masyarakat yang divaksin jumlah melebihi kapasitas yang disediakan, akhirnya berusaha untuk menambah jumlah vaksin.
Upaya dalam penanggulangan pandemi dari Kejaksaan bukan hanya vaksinasi, tegasnya, namun sejak tanggal 3 - 20 nanti bersama jajaran Polres dan Kodim Pekalongan ikut mendukung pelaksanaan PPKM Darurat. Mulai dari sosialisasi prokes hingga penyekatan di sejumlah ruas jalan, jajaran Kejari Kabupaten Pekalongan selau ikut serta.
Mengenai peringatan Hari Bhakti Adhiyaksa tahun 2021, tema yang diambil dari pimpinan pusat yakni ''Berkarya Untuk Bangsa''. Khususnya di Kabupaten Pekalongan, Kajari menegaskan kehadiranya bukan untuk memenjarakan masyararat atau pejabat, dalam hal ini yang bertindak korupsi. Namun demikian bersama-sama jajaran maupun instansi lainnya untuk membangun Kota Santri.
Sementara itu, Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq mengatakan, kegiatan itu sebagai bentuk kepedulian kejaksaan terhadap masyarakat di daerahnya. Biasanya, orang melihat kejaksaan identik dengan seram namun ini berbeda yakni merangkul masyarakat agar selalu sehat. Salah satunya dengan mengikuti vaksinasi Covid-19.
''Target kami adalah seluruh masyarakat Kabupaten Pekalongan supaya mendapat kesempatan untuk divaksin. Untuk itu, mari kita bersama bahu membahu untuk mewujudkan target ini,'' kata Bupati.
Bahkan dia mendengar beberapa organisasi masyarakat (ormas) juga ada yang melakukan kegiatan serupa sehingga hal itu sangat didukungnya. Kalau memang jumlah vaksin yang ada bisa memenuhi seluruh warganya, maka hal itu bakal dilakukannya. Namun karena persediaannya belum mencukupi, maka vaksin yang sudah ada supaya dimanfaatkan lebih dahulu. (had)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
