iklan banner Honda atas

Atap Ruang Kelas SMPN 2 Paninggaran Ambrol

Atap Ruang Kelas SMPN 2 Paninggaran Ambrol

*Siswa Kelas 7D Dipindah Ke Lab IPA

PANINGGARAN - Dihajar hujan disertai angin kencang, atap ruang kelas 7D di SMPN 2 Paninggaran, Kabupaten Pekalongan, ambrol. Beruntung tak ada korban. Pasalnya, kejadian itu berlangsung pada malam hari.

Pelajar kelas 7D untuk sementara dipindah ke Lab IPA. Selain atap kelas 7D yang ambrol, ada satu ruang kelas lainnya di SMP ini yang kondisinya juga sudah membahayakan. Yakni ruang kelas 7C.

Kepala Sekolah SMPN 2 Paninggaran, Yusuf KS, dikonfirmasi via telepon tidak diangkat. Saat dikonfirmasi Radar via WA pun hanya dibaca, tanpa dibalas.

Kabid Sarana Prasarana Pendidikan, Dinas Pendidikan Kabupaten Pekalongan, Ismail, dikonfirmasi, kemarin, mengatakan, atap ruang kelas yang ambrol itu bangunan tua. Dibangun tahun 1994. Pada saat kejadian, kata dia, di wilayah Paninggaran dan sekitarnya memang hujan deras disertai angin kencang. Atap bangunan itu ambrol pada Minggu (9/10/2022) malam.

"Begitu dapat laporan, Senin (10/10/2022) pagi, saya beserta tim turun langsung, survei langsung ke sana," kata dia.

Diterangkan, atap yang ambrol itu konstruksinya dari kayu dengan menggunakan genteng. Menurutnya, kondisi kayunya sudah keropos karena rayap atau rangas kayu, dan faktor usia. "Di daerah itu juga banyak rayap. Banyak rangas. Bisa dilihat di tembok-tembok banyak jalur rangas ke atas," kata dia.

Atap bangunan ruang kelas yang ambrol itu sudah dilaporkan jauh hari sebelum musibah itu terjadi. Itu pun sudah diusulkan melalui DAK. Namun DAK sekarang mekanismenya itu yang menentukan dari pusat.

"Sekolah mana saja yang dapat, yang menentukan dari pusat. Kebetulan SMPN 2 Paninggaran tidak masuk di tahun ini. Tahun depan pun tidak terakomodir di DAK," ungkapnya.

Melihat kondisi itu, dari Dinas Pendidikan pada bulan Juli sudah meminta pihak sekolah untuk mengosongkan satu ruangan tersebut. Belajar pindah ke perpustakaan atau bangunan lainnya yang bisa dimanfaatkan untuk proses belajar mengajar.

"Alhamdulillah itu tidak terjadi pada kegiatan belajar mengajar. Sudah ada tanda-tanda membahayakan. Kayunya sudah keropos. Makanya pihak sekolah melaporkan. Kita minta untuk mengosongkan sambil menunggu dibangun," kata dia.

Dikatakan, pada saat tim survei ke sekolah itu ternyata ada dua ruang kelas yang dibangun bersamaan kelas yang ambrol itu. Posisi di depannya.

"Saya lihat kondisinya pun hampir sama, tapi saya lihat masih lebih baik. Saya lihat dari bawah itu ada kayu yang sedikit kelihatan keropos," terang dia.

Dengan kayu yang tampak keropos itu dinilai cukup memprihatinkan. Sebab, prediksi BMKG minggu ini cuacanya cukup ekstrem.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: